KEDIRI, JP Radar Kediri - Di bawah kepemimpinan Bupati Hanindhito Himawan Pramana, sektor pertanian Kabupaten Kediri maju pesat. Tidak hanya padi dan jagung, Bumi Panjalu yang menjadi sentra tanaman tebu menerima bantuan program bongkar ratoon dari Kementerian Pertanian seluas 1.015 hektare. Tak hanya produksi gula yang meningkat, para petani pun kian sejahtera.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Sukadi mengatakan, bongkar ratoon atau peremajaan tanaman tebu dari Kementerian Pertanian (Kementan) dimulai pada September 2025 lalu. “Bongkar ratoon ada dua, yang swadaya atau dibiayai oleh petani secara mandiri dan bantuan dari Kementan,” ungkap Sukadi.
Lebih jauh Sukadi menyebut, bongkar ratoon dilakukan untuk tanaman tebu yang sudah 4-5 kali panen. Jika tidak dibongkar atau diremajakan, produksi tebu akan turun atau tidak maksimal.
Khusus untuk bongkar ratoon mandiri sejak Mei sampai akhir Agustus 2025 lalu mencapai 2.558,909 hektare dari total lahan tebu sekitar 21 ribu hektare. “Saya batasi untuk perluasan tanaman tebu tidak boleh pakai lahan tanaman pangan. Baik itu padi atau jagung. Yang disasar lahan di atas (lereng pegunungan). Baik itu milik perhutani atau warga,” lanjut Sukadi.
Khusus tiga bulan terakhir (September-November), total SK bongkar ratoon yang sudah diterbitkan mencapai 1.015,044 hektare. Kemudian, perluasan tanam seluas 135,83 hektare. Sehingga total tanaman tebu mencapai 1.150,059 hektare.
“Terkait ketersediaan benih dan kesiapan lahan sudah mencapai 85 persen. Tanah siap, benih sudah dikirim dan sudah ditanam,” terang Sukadi sembari menyebut dengan progres itu dia optimistis program bongkar ratoon di Kabupaten Kediri terbaik di Indonesia.
Untuk diketahui, dalam program bongkar ratoon, satu petani bisa mengajukan hingga lima hektare. Petani akan mendapat bantuan benih tebu sampai 60 ribu mata untuk setiap satu hektarenya. Selebihnya, petani juga mendapat bantuan ongkos Rp 4 juta.
“Petani juga masih mendapat bantuan pupuk ZA bersubsidi. Kalau pupuk non-subsidi per sak seharga Rp 270 ribu, pupuk subsidi hanya Rp 68 ribu. Jadi sangat membantu,” terangnya tentang manfaat program dari Kementan itu.
Bongkar ratoon di Kabupaten Kediri menurut Sukadi juga sukses karena Kabupaten Kediri sudah mandiri dalam pengadaan benih. Di antaranya menggunakan benih Panjalu yang merupakan benih unggul milik Kabupaten Kediri. “Bahkan benih tebu Panjalu ini diminati petani di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Mereka minta,” urainya.
Dikatakan Sukadi, program bongkar ratoon ini tidak hanya meningkatkan produksi tebu di Kabupaten Kediri dan menyejahterakan petani. Melainkan juga memperpanjang musim giling di pabrik gula (PG). Sebab, pasokan tebu mereka jadi lebih banyak.
“Di sisi petani, yang semula menanam singkong satu hektare hanya sekitar 40 juta, sekarang menanam tebu bisa mendapat Rp 100 juta. Jadi jauh lebih menguntungkan,” tandasnya sembari menyebut musim giling PG yang semula hanya sekitar empat bulan bisa menjadi 5-6 bulan.
Tahun Depan Dapat Bantuan 8 Ribu Hektare
Kesuksesan Kabupaten Kediri melaksanakan program bongkar ratoon tahun ini, berdampak pada peningkatan jumlah bantuan tahun 2026. Jika tahun ini sekitar 1.000 hektare, tahun depan menjadi 8 ribu hektare.
“Kalau dinominalkan mencapai ratusan miliar itu bantuan dari Kementan. Tapi semua anggaran dari pusat. Daerah menyiapkan lahan dan menyiapkan petani yang memenuhi persyaratan,” ungkap Sukadi.
Terkait peningkatan bantuan bongkar ratoon yang signifikan, menurut Sukadi tidak lepas dari stok benih tebu di Kabupaten Kediri yang melimpah. Bahkan, tidak hanya untuk kebutuhan lokal Kediri. Melainkan juga dikirim ke beberapa daerah lain di Jatim dan luar Jatim.
Untuk meningkatkan produksi gula, Sukadi melakukan beberapa strategi. Mulai insensifikasi agar produksi tebu per hektare bisa diatas 120 ton. Hingga perluasan tanaman tebu di lahan non-padi dan jagung. “Misalnya di Kecamatan Mojo, untuk delapan desa saja sudah mencapai lebih dari 100 hektare,” terangnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil