Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Warga Desa Pojok di Wates Kediri Protes Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki

Diana Yunita Sari • Kamis, 6 November 2025 | 04:24 WIB

Warga melintas di jalan yang rusak parah di Desa Pojok, Kecamatan Wates
Warga melintas di jalan yang rusak parah di Desa Pojok, Kecamatan Wates
KEDIRI, JP Radar Kediri- Warga Dusun Kerep, Desa Pojok, Kecamatan Wates kesal dengan kondisi jalan di desa mengalami kerusakan parah. Sebab, sudah lima tahun jalan tersebut tidak diperbaiki.

Warga yang kecewa, memilih demo pada Selasa (4/11). Mereka menagih janji perbaikan jalan desa yang sudah rusak pada 2020. Sedikitnya ada 25 warga yang berkumpul di sekitar jalanan yang rusak.

Mereka melakukan aksi tanam pohon pisang dan ban bekas di sekitar jalan yang rusak. “Dari dulu hanya dijanjikan saja,” ungkap Santoso, 45, salah satu warga Dusun Kerep, Desa Pojok, Wates yang ikut demo.

Pemasangan pohon pisang dilakukan sekitar pukul 16.00. Aksi mereka kemudian dibubarkan pada pukul 21.00 setelah ada musyawarah dengan kepala desa. Malam itu juga, warga yang protes melepas pohon pisang tersebut.

Kerusakan jalannya sejauh 1,3 kilometer. Selain berlubang, aspalnya juga terkikis. Setiap hari, jalan itu ramai dilalui warga dan menjadi akses warga dan desa lain. Di sana ada 2 sekolah, yaitu SDN 2 Pojok dan TK Dharmawanita yang berada di satu lokasi.

“Dulu setiap hari raya hanya ditambal saja, makanya rusak lagi,” jelasnya.

Sementara itu, pihak Pemdes Pojok membenarkan bahwa jalan desa di Dusun Kerep, Desa Pojok, Wates itu memang sudah lama rusak. Namun, perbaikan sudah dijadwalkan di bulan November ini. Pihak Pemdes juga menyebut demo tersebut terjadi karena miskomunikasi dengan warga.

“Perbaikan sudah terjadwal tapi ada miskomunikasi dengan warga. Pagi ini (kemarin, Red) juga sudah didatangkan materialnya,” ungkap David Dermawan, Kepala Dusun Pojok.

David menjelaskan bahwa agenda perbaikan itu terkendala pada pemborongnya. Masih menunggu antrean karena masih mengerjakan proyek di tempat lain.

Hal tersebut yang membuat perbaikan menjadi molor. Untuk meredam warga, Pemdes kemudian menurunkan lebih dulu material yang diagendakan digarap bulan ini.

Selain menunggu antrean, faktor cuaca juga menjadi penyebab. David menyebut hujan yang sering turun akan membuat proyek jalan tidak maksimal kualitasnya.

“Kenapa baru diturunkan sekarang? Karena takut kalau pemborongnya tidak segera menggarap, materialnya akan berkurang atau hilang,” jelasnya. 

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#kabupaten kediri #kediri #kecamatan wates #warga desa pojok #desa pojok