KEDIRI, JP Radar Kediri - Selain fokus membangun dan memajukan Kabupaten Kediri, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana juga membangun moral dan karakter masyarakat lewat pendidikan. Termasuk dengan menggandeng pesantren lewat sejumlah program keagamaan.
Kedekatan bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu dengan santri dan pesantren, salah satunya terlihat dalam peringatan Hari Santri pada Rabu (22/10) lalu. Memimpin apel di Stadion Canda Bhirawa, Pare, orang nomor satu di Pemkab Kediri membeber komitmennya untuk mendukung pembangunan moral dan karakter yang dilakukan pesantren kepada santri dan masyarakat.
Mas Dhito mengatakan, di Kabupaten Kediri total ada 193 pondok pesantren. Adapun santrinya mencapai 578.000 orang. “Tiap pondok pesantren memiliki perannya masing-masing. Antara lain dalam membangun moral dan karakter santri,” ungkap bupati yang memimpin Kabupaten Kediri dua periode itu.
Program keagamaan yang diantaranya ditelurkan ke pesantren dan santri, lanjut Mas Dhito, masuk dalam prioritas Pemkab Kediri. Karenanya, meski tahun 2026 nanti pemerintah daerah dihadapkan pada pengurangan transfer kas daerah (TKD) dari pemerintah pusat, pemkab memastikan program keagamaan yang digagas akan tetap berjalan.
Dia mencontohkan program bantuan stimulan bagi pondok pesantren yang tengah berkembang akan tetap berlanjut. Namun, dengan adanya efisiensi anggaran, pemkab harus melakukan penyesuaian.
"Di data kami ada 51 pondok (sedang berkembang). Untuk tahun ini kita upayakan 10 pondok. Rencana awal 20 tapi karena ada pengurangan transfer kas daerah mau tidak mau kami harus melakukan penyesuaian di tingkat kabupaten," tuturnya Rabu (22/10).
Selanjutnya, program insentif atau bisyaroh bagi guru madrasah diniyah (madin), termasuk guru agama non-muslim yang telah dimulai tahun 2021, dipastikan juga akan terus berlanjut. Bahkan ditargetkan bisa meng-cover 15 ribu guru.
Sesuai data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, penerima bisyaroh tahun ini sudah mencapai 9.500 guru. Tak hanya menerima insentif, mereka juga sudah dicover kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Keberpihakan Mas Dhito kepada santri dan pesantren juga terlihat dari digulirkannya program beasiswa bagi santri/hafiz untuk 140 penerima. “Kami mendukung para santri dan hafiz untuk melanjutkan pendidikannya dan berprestasi,” tandas suami Eriani Annisa itu.
Lebih jauh Mas Dhito menyebut, resolusi jihad yang digagas oleh Kiai Hasyim Asy’ari pada 1945 silam harus tetap dijaga nyalanya. Jihad yang jadi cikal bakal peringatan Hari Santri itu harus tetap dilanjutkan.
Di era sekarang, menurut Mas Dhito bisa dilakukan dengan melanjutkan perjuangan para guru dan Masyayikh. "Maka hari ini (22/10) bersama dengan seluruh pondok pesantren dan para santri-santri yang ada di Kabupaten (Kediri), kita jaga kabupaten ini tetap menjadi kabupaten yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur" tandasnya.
Terpisah, Ketua GP Ansor Kabupaten Kediri M. Kanzul Fikri mengapresiasi beberapa program Mas Dhito kepada santri dan pesantren. Terutama bisyaroh untuk guru madin dan dana stimulan untuk pengembangan pesantren. “Itu (insentif guru madin dan dana stimulan) sangat membantu,” ungkapnya.
Apalagi, sejak dikucurkan pada periode pertama kepemimpinan Mas Dhito, jumlah penerima insentif guru madin terus bertambah. Dia berharap, program-program yang bagus itu tidak hanya dilanjutkan. Melainkan, bisa diperluas cakupannya.
“So far (program untuk santri dan pesantren) sudah bagus. Harapannya ke depan bisa diperluas saja cakupannya. Itu akan lebih bagus lagi,” tandasnya. (pkp/ut)
Memajukan Pesantren, Memajukan Kabupaten Kediri:
-Di kepemimpinan Mas Dhito, Pemkab Kediri rutin menggulirkan bantuan stimulan untuk pondok pesantren yang sedang berkembang, tahun ini ada 10 pondok yang akan mendapat bantuan
-Menyalurkan bisyaroh atau insentif untuk 9.500 guru agama. Tahun depan program bisyaroh ditargetkan bisa menjangkau 15 ribu guru agama
-Mengikutsertakan penerima bisyaroh dalam program BPJS Ketenagakerjaan agar mereka mendapat perlindungan dalam bekerja
-Memberikan beasiswa pendidikan kepada 140 santri dan hafiz agar mereka leluasa melanjutkan pendidikan dan mewujudkan cita-citanya
Kedekatan Bupati Hanindhito Himawan Pramana dengan para santri dan pesantren juga terlihat saat ribuan santri melakukan aksi damai pada Selasa (21/10) lalu. Bersama Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa, mereka menemui ribuan santri yang melakukan aksi membela martabat kiai yang dinilai dilecehkan dalam tayangan di salah satu stasiun televisi swasta itu.
Menemui para santri di halaman depan kantor Pemkab Kediri, Mas Dhito mendoakan agar aksi damai para santri itu di Surabaya bisa berjalan baik dan lancar. “Yang terpenting tujuannya bisa tercapai dan masalah ini segera selesai," ungkap Mas Dhito.
Sebagai warga Kabupaten Kediri, bapak dua anak itu mengaku mengetahui dengan baik bagaimana kehidupan di pondok pesantren. Dia pun bisa merasakan perasaan para santri hingga mereka turun melakukan aksi damai bela kiai dan bela pondok pesantren tersebut. “Saya pesan agar aksi damai ini tidak terprovokasi siapapun,” lanjutnya.
Ketua Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Kediri Raya Kiai Abu Bakar Abdul Jalil menyebut mereka akan bertemu para alumni yang tergabung dalam Himasal di seluruh Jawa Timur. Pria yang akrab disapa Gus Ab itu mengapresiasi Mas Dhito dan Mbak Dewi yang menyambut baik peserta aksi damai. "Ditengah kesibukan, beliau masih sempat menemui kita semua," tuturnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : Shinta Nurma Ababil