Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bandara Dhoho Kediri Buka Penerbangan Internasional November? Ini Penjelasannya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Senin, 20 Oktober 2025 | 01:10 WIB
Drop zone Bandara Dhoho lengang.
Drop zone Bandara Dhoho lengang.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Setelah rencana penerbangan internasional di Bandara Dhoho beberapa kali zonk alias batal, asa untuk membuka layanan umrah kembali muncul kemarin.

Hal tersebut setelah Flyadeal yang merupakan anak perusahaan Saudi Arabian Airlines (Saudia), menyatakan minatnya untuk membuka rute penerbangan umrah direct, kemarin.

Perwakilan Flyadeal melakukan diskusi dengan sejumlah biro umrah di wilayah selatan Jawa Timur (Jatim), di Hotel Grand Surya.

Chief Executive officer Flyadeal ASEAN Abdul Offar Musa mengatakan, Indonesia adalah salah satu negara muslim terbesar di dunia. Sehingga, market untuk haji dan umrah sangat besar.

Alasan itu pula yang menurut Offar membuat Flyadeal tertarik membuka rute penerbangan umrah.

Adapun Bandara Dhoho dipilih karena bandar udara di lereng Gunung Wilis ini dianggap representatif untuk penerbangan umrah pesawat berbadan besar. Di antaranya pesawat Boeing 777.

“Salah satu sebab pilih Kediri karena bisa landing Boeing 777. Kalau di Surabaya (Bandara Juanda) tidak bisa,” ungkap Offar sembari menyebut Flyadeal berencana menggunakan pesawat Boeing 777 untuk penerbangan umrah di Bandara Dhoho.

Alasan lainnya, Bandara Dhoho yang masih sepi penerbangan justru membuat Flyadeal tertarik. Sebab, mereka bisa leluasa mengatur jadwal penerbangan.

Berbeda dengan Juanda yang jadwalnya sudah penuh. “Persaingan maskapai juga masih sedikit. Lebih mudah mendapat banyak jemaah,” lanjutnya.

Lebih jauh Offar menyebut, Flyadeal yang tergolong low-cost airlines akan memilih penerbangan bukan dari bandara utama.

“Kita justru pergi di secondary airport yang aman. Kita lebih (Flyadeal) we have a better environment,” jelasnya ditemui usai melakukan pertemuan dengan manajemen Bandara Dhoho dan perwakilan biro travel umrah itu.

Dengan operational Flyadeal di Bandara Dhoho, menurut Offar masyrakat di wilayah selatan Jatim tidak harus jauh-jauh ke Surabaya untuk umrah.

Hal tersebut diyakini akan jadi daya tarik. “Kita coba memberikan kemudahan pada jemaah,” jelasnya optimistis penerbangan umrah direct ke Arab Saudi itu akan berdampak pada perekonomian sekitar.

Terkait rencana penerbangan Flyadeal, Direktur PT Surya Dhoho Investama (SDhI) Maksin Arisandi menuturkan, sebelumnya Flyadeal sudah bersurat terkait minatnya untuk terbang di Bandara Dhoho.

“Kami sebagai representasi pihak yang  beratanggung jawab di Bandara Dhoho tentunya memberikan support,” ungkap Maksin di forum diskusi.

Untuk diketahui, izin penerbangan internasional di Bandara Dhoho turun pada Agustus lalu. Untuk bisa membuka penerbangan tersebut, Bandara Dhoho harus memenuhi sejumlah persyaratan.

Di antaranya menyurati Kementerian Pertahanan, Kementerian Keuangan, Kementerian Agama (Kemenag), hingga Kementerian Kesehatan. “Semuanya sudah (dipenuhi persyaratannya),” lanjut Maksin.

Karenanya, jika tidak ada halangan, menurut Maksin akhir Oktober atau awal November ini Bandara Dhoho bisa melakukan penerbangan internasional.

“Kebetulan ada maskapai (Flyadeal) yang berminat dan datang. Ini adalah hal yang bagus,” paparnya.

Terpisah, Asisten I Sekretariat Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sukadi menegaskan, Pemkab Kediri dan Bupati Hanindhito Himawan Pramana menyambut baik penerbangan umrah oleh Flyadeal.

Namun, dia meminta kejelasan pada pihak maskapai terkait kepastian penerbangan. Pasalnya, sebelumnya sudah ada beberapa maskapai yang menyatakan akan melakukan penerbangan umrah di Bandara Dhoho, namun akhirnya gagal.

“Banyak yang datang (maskapai), mau berangkat tidak jadi. Sampai jemaah sudah datang di Kediri, nggak jadi lewat Kediri,” sesalnya.

Batalnya keberangkatan jemaah itu karena masalah yang sama. Yakni, tidak adanya pesawat. Makanya, dia meminta Flyadeal memberi kepastian tentang penerbangan umrah.

“Makanya, untuk (penerbangan) umrah ini yang paling pertama ada tanda tangan kepastian berangkat dari Kediri. Kami butuh kejelasan jadwal,” pinta Sukadi.

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri #penerbangan internasional #bandara dhoho