Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemkot Kediri Uji Laboratorium Menu MBG, Ambil Sampel Makanan dan Air

Ayu Ismawati • Rabu, 15 Oktober 2025 | 00:45 WIB

MASAK BESAR: Aktivitas di salah satu dapur yang menyediakan MBG di Kota Kediri.
MASAK BESAR: Aktivitas di salah satu dapur yang menyediakan MBG di Kota Kediri.
KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemerintah Kota Kediri segera menindaklanjuti arahan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memfasilitasi penerbitan sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS). Sejak Senin (13/10), petugas dari Dinas Kesehatan Kota Kediri mendatangi dapur-dapur makan bergizi gratis (MBG). Sedikitnya ada 21 unit satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang ditinjau.

Sub Koor Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kota Kediri Yuni Ulifah mengatakan, pihaknya melaksanakan inspeksi kesehatan lingkungan ke seluruh SPPG. Itu menjadi salah satu tahapan dalam proses penerbitan SLHS. 

 “Nanti juga akan dilakukan uji laboratorium. Makanya kami juga melibatkan dari Labkesda (Laboratorium Kesehatan Daerah, Red),” ujar Yuni, ditemui di salah satu SPPG di Kelurahan Banjaran, kemarin (14/10).

 Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, petugas dibagi dalam dua tim. Untuk Tim 1, ada dua dapur yang didatangi kemarin. Yakni, SPPG di Kelurahan Banjaran dan Kelurahan Banaran. Di sana, petugas mengumpulkan sampel-sampel makanan yang disajikan. Termasuk air yang digunakan untuk mencuci peralatan dapur. Selain itu, sampel swab alat makan juga dikumpulkan petugas. Setelah itu, sampel-sampel itu akan dibawa ke Labkesda Kota Kediri untuk dilakukan pengujian laborat. 

 Selain itu, penilaian dengan memantau kondisi dapur juga dilakukan. Mulai tempat penyimpanan, kondisi sanitasi dan pengolahan sampah, hingga pengemasan dan penyajian makanannya.

 “Setelah itu nanti akan dinilai. Hasilnya berapa, kalau memenuhi syarat akan kami terbitkan SLHS. Kalau tidak memenuhi syarat, harus dimulai lagi (untuk diperbaiki kekurangan, Red). SPPG harus menyiapkan lagi apa-apa yang tidak memenuhi syarat,” tandas Yuni. 

 Selain penilaian dari hasil inspeksi kesehatan lingkungan, seluruh petugas dapur juga harus mengikuti pelatihan penjamah makanan. Hasil pelatihan itu juga menjadi komponen penilaian untuk bisa diterbitkan SLHS. 

 “Dan ini dari BGN memang ditarget akhir Oktober ini sudah harus ada SLHS-nya,” ungkap Yuni.

 Adapun untuk pengujian sampel di labkesda, Yuni mengatakan rata-rata butuh waktu tiga hari untuk hasilnya. Sedangkan untuk dapur yang akan diproses SLHS-nya hingga pekan ini ada 21 unit dapur SPPG di Kota Kediri. Dari puluhan dapur itu, belum ada yang memiliki SLHS dari dinas kesehatan.

 “Kalau dulu untuk pengurusan SLHS ini melalui OSS. Tapi dengan adanya percepatan ini, maka lebih dipendekkan. Usulan dari SPPG diproses secara manual, bikin surat, nanti penerbitannya dalam 14 hari,” pungkasnya. 

Baca Juga: Pemdes Langenharjo Kediri Bangun Gedung Bumdes dan Taman Posyandu

 Kepala SPPG Banjaran Ameliana Puspita mengatakan, pihaknya menyambut baik kunjungan dari dinkes. Menurutnya, pihaknya sejauh ini sudah menjalankan dapur sesuai aturan dan standar operasonal prosedur (SOP) yang diterapkan dari sisi kesehatan.

 “Tapi ternyata masih banyak hal-hal kecil yang mungkin dianggap itu tidak apa-apa, tapi ternyata sangat berpengaruh. Dan itu ilmu baru juga bagi kami dan kami akan terus evaluasi untuk ke depannya,” ujar Ameliana. 

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#Mbg #pemkot kediri #uji laboratorium #Badan Gizi Nasional (BGN) #kota kediri