Dalam kesempatan itu, Gus Ipul menyampaikan bahwa seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka, akan menerima santunan dari pemerintah pusat. “Insya Allah semua korban mendapatkan santunan. Ini bagian dari atensi Presiden. Presiden sangat memberikan perhatian kepada musibah ini,” ujar dia.
Gus Ipul juga menuturkan bahwa dirinya sempat menjenguk salah satu korban selamat bernama Haikal di RSUD Sidoarjo. Haikal merupakan korban yang ditemukan hidup setelah lebih dari dua hari tertimbun reruntuhan dan harus menjalani amputasi kaki. “Haikal ini ditemukan Rabu sore, setelah kejadian Senin. Dia korban selamat pertama yang ditemukan lebih dari satu hari. Sekarang masih dirawat karena diamputasi,” jelas dia.
Menurut Gus Ipul, santunan bagi korban meninggal dunia diberikan sebesar Rp15 juta dari Kemensos, sementara dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menambah Rp10 juta. “Selain santunan, korban luka-luka juga akan kita bantu alat bantu seperti kaki palsu, tongkat, atau kursi roda,” lanjutnya.
Dia menambahkan, pemerintah juga menyiapkan pendampingan psikososial bagi para korban dan keluarga. Upaya ini dilakukan agar mereka bisa pulih secara mental setelah mengalami musibah besar tersebut. “Setelah santunan, kita lanjut dengan pendampingan psikologis dan pemberdayaan. Jadi ini penanganan total, tidak hanya bantuan uang, tapi juga pemulihan keluarga,” kata dia.
Gus Ipul menegaskan, langkah-langkah penanganan dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan pemerintah daerah setempat. “Presiden menugaskan para menteri untuk berkoordinasi dengan daerah dalam memberikan bantuan yang diperlukan. Jadi kita bekerja bersama agar semua korban dan keluarganya mendapat perhatian penuh,” pungkas dia.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian