Pemdes Plemahan memiliki agenda tahunan yang selalu dinanti tiap bulan September. Yaitu karnaval dalam rangka kegiatan bersih desa. Tema yang diangkat setiap tahunnya berbeda.
Mencerminkan isu dan program yang sedang hangat. Misalnya, pada tahun 2024 lalu, Pemdes mengangkat tema daur ulang. Semua peserta menunjukkan kreativitasnya dengan memakai atribut dari bahan bekas.
Tahun ini, Pemdes Plemahan mengangkat tema ketahanan pangan. Pemilihan tema ini sekaligus untuk mendukung program pemerintah.
Karnaval ini melibatkan peserta dari 28 Rukun Tetangga (RT) di desa tersebut. Peserta berlomba-lomba menunjukkan kreativitasnya dengan merancang pakaian atau atribut menggunakan bahan pangan hasil kebun sendiri.
Atribut yang dipakai sangat beragam. Mulai dari jagung, kacang panjang, aneka sayuran, dan bahan pangan lainnya yang disusun secara artistik.
“Saya mencetuskan pakai tema ketahanan pangan. Ribuan warga Plemahan dari usia muda sampai tua tumpah ke jalan, penuh semangat mengikuti karnaval,” ucap Kades Plemahan Sugeng.
Pelaksanaan karnaval dimulai dari Dusun Kesaben. Warga dengan atribut kreatifnya berjalan mengelilingi jalan desa kemudian finish di kantor desa.
Sugeng menyebutkan bahwa antusiasme warga sangat tinggi. Kemeriahan karnaval mencapai puncaknya di akhir acara.
“Waktu sampai akhir, sayur dan bahan pangan yang dipakai peserta menjadi rebutan penonton, seru sekali,” ungkap Sugeng.
Pemdes juga menyiapkan berbagai doorprize menarik. Hadiah-hadiah tersebut disediakan melalui pengundian nomor peserta.
Warga yang beruntung bisa membawa pulang hadiah-hadiah besar. Seperti kulkas, sepeda listrik, hingga seekor kambing.
Karnaval ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ajang edukasi visual tentang hasil bumi desa.
Panitia pelaksana karnaval ini berasal dari anggota Karang Taruna desa dan inisiatif ini disambut sangat baik oleh seluruh warga setempat.
Perayaan bersih desa melalui Karnaval Ketahanan Pangan ini sukses menunjukkan kekompakan dan kreativitas Desa Plemahan.
Editor : Andhika Attar Anindita