JP Radar Kediri-Kebijakan Pemkab Kediri membatasi penggunaan plastik sekali pakai, bukan hanya demi melestarikan lingkungan. Pertimbangan lainnya juga untuk memperpanjang usia TPA Sekoto yang daya tampungnya tinggal dua tahun itu.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti mengatakan, sejak Juli hingga September, total sampah yang masuk ke TPA Sekoto, Badas mencapai 9.674 ton. Setiap bulannya rata-rata ada 3.225 ton sampah yang masuk ke sana. “Setiap sampah yang masuk ke TPA kami hitung. Di sana ada timbangannya,” kata Putut.
Ribuan ton sampah itu menurut Putut berasal dari beberapa sumber. Mulai sampah masyarakat yang dibuang di tempat berbagai sumber. Seperti dari tempat penampungan sementara (TPS), kontainer, hingga sampah di tepi jalan yang disapu tim DLH.
Dari ribuan ton sampah tersebut, sebanyak 17 persen di antaranya merupakan sampah plastik. Sisanya campuran dari berbagai jenis. “Yang paling banyak (sampahnya) dari Kecamatan Ngasem dan Pare karena daerah perkotaan,” lanjutnya.
Diakui Putut, banyaknya jumlah sampah yang masuk ke TPA Sekoto ini jadi salah satu pertimbangan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai. Sehingga, jumlah sampah yang masuk ke TPA bisa berkurang.
Apalagi, beradasar perkiraan DLH, usia TPA Sekoto tidak panjang lagi. Yakni hanya bisa menampung sampah hingga 2027. Artinya, setelah dua tahun ke depan hampir dipastikan akan penuh.
“Makanya kami berupaya untuk mengurangi sampah. Salah satunya membuat perbup pembatasan pemakaian plastik sekali pakai supaya tidak terlalu membebani kinerja TPA,” jelasnya.
Untuk jangka panjang, DLH juga berupaya agar penanganan sampah lebih optimal. Salah satunya, dengan mengusulkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) ke Pusat. “Kami sudah usul. Tapi ini masih proses pemenuhan readiness criteria atau RC-nya,” tutur Putut tentang surat yang ditandatangani oleh Bupati Hanindhito Himawan Pramana itu.
Dia berharap usulan pembangunan TPST itu bisa disetujui oleh pusat. Sehingga, TPA Sekoto tidak menjadi satu-satunya tumpuan tempat pembuangan sampah.
Selebihnya, Putut menyebut DLH juga terus mendorong masyarakat agar lebih bijak menggunakan plastik. Serta membiasakan memilah sampah dari rumah. “Agar usia TPA lebih panjang dan kelestarian lingkungan terjaga,” tandasnya. (*)
Editor : Mahfud