KEDIRI, JP Radar Kediri- Ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kota Kediri mengikuti pembekalan dengan tentara dari Brigif 16 Wira Yudha mulai kemarin.
Pembekalan selama dua hari di kantor Badan Kepegawaian dan Pengambangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Kediri itu dibuka langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.
Vinanda mengatakan melalui kegiatan itu, PPPK akan diberi penekanan bahwa menjadi aparatur sipil negara (ASN) tidak hanya sebatas mengurus administratif saja. Melainkan juga harus punya bekal rasa cinta terhadap tanah air.
Sedikitnya ada 197 peserta yang mengikuti pembekalan PPPK. Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, peserta berasal dari rentang usia yang beragam, mulai perempuan hingga laki-laki.
Dalam pembekalan yang dibagi dalam dua gelombang itu, peserta pertama kali diajak latihan baris berbaris. Hingga dibagi dalam beberapa kelompok.
“Pembekalan ini salah satunya adalah upaya pemerintah untuk mencetak ASN yang berkualitas, yang memiliki kapasitas dan kapabilitas karena beliau-beliau ini adalah ujung tombak dari pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Vinanda.
Dalam pembekalan itu, ratusan PPPK itu akan mendapat materi tentang kesamaptaan dan wawasan kebangsaan.
Dia pun berharap nantinya para ASN dapat memahami tugas dan tanggung jawab sehingga dapat bekerja secara maksimal.
Terkait keterlibatan tentara dari Brigif 16 Wirayudha, Vinanda mengatakan pihaknya ingin para ASN itu bisa lebih meningkat kedisiplinannya. Serta, memiliki etos kerja yang baik.
“Sehingga kami berkolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya dari Brigif 16 Wirayudha,” tandasnya.
Adapun peserta pembekalan itu tak sedikit yang sudah berusia kepala empat. Terkait beragamnya latar belakang usia, Vinanda mengatakan pembekalan itu akan disamakan. Tanpa melihat jenis kelamin maupun usianya.
“Kami memberikan pembekalan yang sama, tanpa melihat usia, jenis kelamin, kita samakan,” urai Vinanda.
Kepala BKPSDM Kota Kediri Tanto Wijohari menambahkan, peserta pembekalan itu berasal dari berbagai macam organisasi perangkat daerah (OPD). Terdiri dari tenaga kesehatan, tenaga pendidikan, serta tenaga teknis.
“Peserta terdiri dari 197 orang dan akan dibagi dalam dua batch. Hari ini (6/9) 100 orang, besok (hari ini) 97 orang,” ungkapnya sembari menyebut, mayoritas peserta merupakan ASN PPPK dari tenaga guru.
Dalam pembekalan itu, para peserta akan mendapat pelatihan fisik, kesamaptaan, peningkatan wawasan kebangsaan, hingga rasa cinta terhadap NKRI. Tanto mengatakan, pembekalan untuk PPPK seperti itu baru pertama kali digelar.
“Kalau di CPNS kan sudah ada latsar (pelatihan dasar calon pegawai negeri sipil, Red). Di PPPK kan nggak ada. Oleh karena itu kami mau memupuk wawasan kebangsaan kepada mereka dan terkait kedisiplinan ya melalui pembekalan ini,” tandas Tanto.
Editor : Andhika Attar Anindita