KEDIRI, JP Radar Kediri- Desa Wonokerto memiliki pasar desa yang sudah berdiri sejak lama. Di lain sisi, aktivitas pasar menghasilkan sampah organik dan non organik setiap hari.
Untuk menanggulangi hal tersebut, pemdes berencana membuat tempat pemusnah sampah ramah lingkungan.
Proyek tersebut digagas oleh Bumdes Sumber Jaya Abadi dan didanai dengan dana desa. Perencanaan proyek sudah dilakukan sejak tahun 2024. Rencananya akan direalisasikan setelah program ketahanan pangan.
“Sampah dari pasar itu saat ini hanya dibuang di TPS dan semakin lama semakin menggunung, oleh karena itu kami berencana mengatasi permasalahan sampah tersebut,” ucap Bendahara Bumdes Sumber Jaya Abadi Misdiono.
Dia mengatakan bahwa dalam satu hari sampah yang dihasilkan dari pasar mencapai 3 kuintal. Untuk merealisasikan proyek tersebut, Bumdes melakukan banyak riset dan studi banding. Salah satunya ke Desa Pandowoharjo, Kabupaten Sleman.
Nantinya sampah akan dikategorikan menjadi 3 jenis. Yaitu sampah organik termasuk sisa sayur dan bahan makanan untuk diolah menjadi kompos.
Lalu, sampah plastik yang masih bisa didaur ulang akan dijual. Sementara sampah lain yang tidak bisa digunakan akan dimusnahkan menggunakan alat.
“Pemusnahan dengan dibakar, asap yang keluar saat pembakaran akan dicegah dengan alat yang bisa menyemprotkan air sehingga tidak terjadi pencemaran udara,” jelasnya.
Saat ini proyek pembuatan area pemusnah sampah masih dalam tahap perencanaan dan pembangunan awal.
Area tersebut dibangun berdampingan dengan peternakan ayam joper. Memanfaatkan sisa lahan yang tersedia.
Nantinya, pengelolaan sampah akan mulai digarap setelah proyek peternakan sudah lancar beroperasi. Mengingat alat yang digunakan untuk memusnahkan sampah membutuhkan dana yang besar.
Jika sudah berhasil, Bumdes akan bekerja sama dengan kelompok tani dalam pengolahan sampah organik menjadi pupuk yang bermanfaat bagi pertanian.
“Alatnya di Sleman dibuat sendiri, dan memiliki cerobong asap di mana sebelum asap keluar sudah disemprot air. Nantinya kami juga berencana seperti itu,” ucapnya.
Misdiono mengatakan program tersebut sejauh ini disambut baik oleh warga dan pedagang. Untuk layanan ini, di TPS akan ada pekerja yang bertugas mengambil sampah dan pedagang dikenakan biaya layanan tertentu.
Ia berharap nantinya jika program berhasil dapat mengangkat nama Desa Wonokerto dan dapat menjadi potensi wisata.
Editor : Andhika Attar Anindita