Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemdes Senden Kediri Fokus Tingkatkan Program Ketahanan Pangan dan Kesehatan

Diana Yunita Sari • Rabu, 10 September 2025 | 00:35 WIB
Posyandu di Desa Senden Kediri.
Posyandu di Desa Senden Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemerintah Desa Senden berencana menjalankan berbagai program di tahun 2025.

Beberapa fokus utamanya adalah di sektor ketahanan pangan dan kesehatan. Program-program ini dirancang untuk mengatasi masalah mendasar di desa, mulai dari peningkatan ekonomi hingga pencegahan stunting.

“Karena memang diwajibkan 20 persen anggaran untuk ketahanan pangan, maka kita berencana membuat program di bidang peternakan, dan pertanian” ucap M. Zamroni Mas'ud selaku Sekretaris Desa Senden.

Program ketahanan pangan yang direncanakan mencakup peternakan penggemukan sapi dan domba, pembuatan lahan tebu menggunakan tanah kas desa, dan budidaya jamur.

Zamroni mengatakan, budidaya jamur dipilih karena salah satu anggota BUMDes sudah memiliki usaha di bidang tersebut dan dinilai lebih menguntungkan. Sebab masih jarang dilakukan di Desa Senden.

Di samping ketahanan pangan, Pemdes Senden juga terus mengoptimalkan program kesehatan untuk mengatasi masalah stunting pada balita dan ibu hamil.

Upaya ini dilakukan melalui kegiatan rutin di Posyandu dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

"PMT untuk balita stunting diberi susu, telur, dan bahan lain. Untuk ibu hamil juga sama, pemberian PMT dan cek kesehatan," tambah Zamroni.

Dia menyebutkan, jumlah balita stunting di Desa Senden saat ini sekitar 18 anak. Menurun dari sebelumnya 20 anak, dengan 1 kasus stunting pada ibu hamil.

Untuk memastikan PMT dikonsumsi, Pemdes mendata balita satu per satu dan menyesuaikan jenis susu yang diinginkan.

"Kalau di Senden, pembelian susu itu berbeda-beda menyesuaikan anaknya. Misal minta SGM atau apa biar enggak terbuang dan membantu anak," ujarnya.

Zamroni mengatakan, angka stunting di Desa Senden disebabkan oleh beberapa faktor. Seperti genetik dan kondisi ekonomi keluarga.

Pemberian PMT sendiri dilakukan setiap satu bulan sekali. Bertepatan dengan jadwal Posyandu.

Selain kesehatan balita dan ibu hamil, Pemdes Senden juga rutin mengadakan sosialisasi bagi remaja melalui program Bina Keluarga Remaja (BKR).

Program ini menyasar remaja usia SD kelas 6 hingga SMP, yang saat ini diikuti oleh lebih dari 140 peserta.

"Ada program BKR sebulan sekali juga, bertempat di rumah kasun masing-masing. Materinya juga kita hadirkan dari yang profesional, kemarin dari BNN," ungkap Zamroni.

Sosialisasi yang diberikan meliputi berbagai topik. Seperti bahaya narkoba, pergaulan bebas, dan pembekalan bagi remaja putri yang baru menstruasi.

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri #Senden #ketahanan pangan #kesehatan