Puluhan ton sampah tersebut dibuang di tempat pembuangan akhir (TPA) Sekoto, Badas. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti.
“Volume sampah dari giat Jumat bersih pasca-kerusuhan yang terdata di kami sebanyak 72.220 kilogram,” jelas laki-laki yang akrab disapa Putut itu.
Dia mengatakan, jumlah sampah seberat 72 ton itu diketahui berdasarkan timbangan per unit kendaraan angkut yang masuk TPA. Jumlah tersebut setara dengan truk yang melakukan 30 kali angkut.
Menurut Putut, sampah dari kerusuhan itu beragam. Mulai dari perabotan yang rusak, puing-puing kayu, kaca dan tumpukan kertas yang ludes terbakar.
Karena berbagai macam material, tidak semuanya dibuang ke TPA. Namun ada pula yang dipilih dan dipilah untuk diolah kembali.
“Sebagian dipilah di Bank Sampah binaan. Seperti kaca-kaa dan kertas-kertas,” jelasnya.
Untuk diketahui, jalur pedestrian Jalan Soekarno Hatta juga turut terdampak kerusuhan. Belasan kursi taman dijarah. Selain itu, beberapa pot bunga juga dirusak.
Putut menyebutkan, dari belasan kursi taman yang dicuri, masih empat yang dikembalikan. Untuk barang hilang, yakni bangku pedestrian, laporan Satpol PP ada empat sudah kembali disimpan di sana.
Ada satu yang disimpan di Polsek Pesantren. Ini lagi saya tugaskan untuk pengecekan. Jika sudah ditarik akan segera dipasang,” jelasnya. Dia menambahkan, adapun pada Jumat lalu, juga ada pembersihan khusus jalur pedestrian dari tim DLH. Meliputi pengepelan lantai, serta pembersihan coretan.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian