Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kibarkan Merah Putih di Sungai Podang Kediri, Begini Penjelasan Aktivis Lingkungan

Ayu Ismawati • Senin, 18 Agustus 2025 | 01:00 WIB

JAGA SUNGAI: Aktivis lingkungan mengibarkan bendera merah putih di hari kemerdekaan.
JAGA SUNGAI: Aktivis lingkungan mengibarkan bendera merah putih di hari kemerdekaan.
KEDIRI, JP Radar Kediri- Perayaan hari kemerdekaan juga dilakukan para aktivis lingkungan. Tak ingin ketinggalan, upacara pengibaran bendera dilakukan di aliran Sungai Podang, Desa Joho, Semen. 

Pengibaran bendera itu dilaksanakan sekaligus melakukan aksi bersih sungai di aliran yang kini menjadi kawasan wisata. Upacara ini menjadi upaya mereka memerdekakan sungai dari sampah. 

Baca Juga: Belasan PNS di Kota Kediri Harus Kembalikan Bansos, Dinsos Beralasan Penyebabnya Ini 

Ketua Yayasan Hijau Daun Endang Pertiwi mengatakan, hari kemerdekaan tahun ini masih diisi dengan bersih sungai. “Rutin tiap tahun,” ucapnya. Tujuannya, sebagai upaya menggemakan semangat memerdekakan sungai dari ancaman sampah. Khususnya sampah plastik. 

Setelah mengibarkan bendera sekitar pukul 08.00 di tengah aliran sungai, para pegiat lingkungan itu lalu melaksanakan bersih sungai.

“Di kanan dan kiri sungai ini memang banyak warung-warung. Sebenarnya dari pemilik warung sudah memasang papan informasi untuk tidak membuang sampah ke sungai, tapi sepertinya masih ada pengunjung yang buang sampah ke sungai,” ujarnya, yang memimpin pelaksanaan bersih sungai kemarin. 

Baca Juga: Penuh Khidmat, Wali Kota Vinanda Prameswati Kukuhkan Anggota Paskibraka Kota Kediri 2025

Karena keterbatasan personel, pihaknya baru bisa melaksanakan pembersihan di sepanjang aliran sungai sepanjang sekitar 200 meter. Area itu secara spesifik berbatasan dengan sentra kuliner di tempat wisata Sumber Podang. Sehingga cenderung lebih banyak ditemui sampah di aliran sungainya. 

“Paling banyak sampah plastik seperti kemasan snack, minuman, dan bungkus permen kecil-kecil. Jadi sekalian kami edukasi juga ke pengunjung tempat wisata agar tidak buang sampah ke sungai,” tandasnya. 

Baca Juga: Buntut Polemik Warga dengan PT KAI, Komisi A DPRD Kota Kediri Sidak Kawasan Stasiun

Aliran sungai yang berada di lereng Gunung Wilis itu menurutnya penting untuk secara periodik dibersihkan. Sebab, sungai itu juga menjadi hulu dari sungai-sungai besar di Kota dan Kabupaten Kediri. Di antaranya seperti Sungai Bruno dan Sungai Kedak di Kota Kediri. 

“Untuk radius 200 meter saja yang kami bersihkan hari ini saja sudah dapat satu karung sampah. Untuk jarak segitu, termasuk banyak sampahnya,” ungkap Endang sembari menyebut, selama musim kemarau, pihaknya dan para pegiat lingkungan lainnya terus gencar melaksanakan pembersihan sungai dari sampah.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#kediri #aktivis lingkungan #podang #Desa Joho #sungai #sampah #merah putih