Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bendungan Waruturi Kediri Jadi Spot Upacara Agustusan untuk Kecamatan Gampengrejo

Diana Yunita Sari • Kamis, 14 Agustus 2025 | 04:23 WIB

PERSIAPAN MATANG: Paskibraka Gampengerejo mengibarkan bendera latihan di lapangan Bendungan Gerak Waruturi.
PERSIAPAN MATANG: Paskibraka Gampengerejo mengibarkan bendera latihan di lapangan Bendungan Gerak Waruturi.
KEDIRi, JP Radar Kediri– Menyambut perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI) ada banyak kegiatan yang digelar. Salah satu yang wajib upacara bendera dan lomba gerak jalan.

Di Kecamatan Gampengrejo, Bendungan Waru Turi menjadi spot ideal bagi siswa untuk latihan baris berbaris. Termasuk spot berlatih Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat kecamatan. Seperti kemarin, siswa SMP Negeri 1 Gampengrejo tampak bersemangat ikut latihan upacara yang akan diselenggarakan 4 hari lagi.

Menurut Mugiono, Kepala Seksi Ketentraman dan Kesuksesan Kecamatan Gampengrejo, upacara bendera se-Kecamatan Gampengrejo dulunya rutin dilaksanakan di Lapangan Desa Sambiresik. Karena lapangan tersebut dibangun ruko, lokasi upacara sekaligus berlatih pindah ke lokasi wisata Bendungan Waruturi.

“Ini tahun kedua kami menyelenggarakan di sini. Dulu di Lapangan Sambiresik tapi mulai banyak pembangunan jadinya sempit” kata Mugiono.

Lapangan di Bendungan Waru Turi sendiri dipilih karena suasananya yang rindang. Jauh dari keramaian serta lebih aman untuk anak-anak latihan karena merupakan tempat wisata dan bukannya jalan umum.

Selain karena alasan tersebut, Mugiono menyebutkan, pindahnya lokasi upacara juga bertujuan untuk mengangkat wisata Bendungan Waru Turi untuk masyarakat. “Di sini lebih rindang, aman, anak-anak kalau istirahat juga tidak kepanasan, juga untuk mengangkat wisata di sini” ungkapnya.

Meskipun begitu, lapangan di Bendungan Waru Turi juga masih memiliki kekurangan. Menurut Aiptu Joko Nugroho selaku Pelatih Paskibraka Kecamatan Gampengrejo, bentuk lapangannya tidak simetris dan penempatan tiang bendera dinilai terlalu di tengah. Sehingga menyebabkan pergerakan Paskibraka menjadi terbatas.

“Tiang bendera sudah dicor sehingga tidak bisa dipindahkan, hal itu yang membuat kami hanya bisa mengeluarkan pasukan 8 dan 17,” ucapnya.

Karena bentuk lapangan yang asimetris, pelatih menggunakan metode pemasangan tali di sisi lapangan agar langkah barisan tetap lurus. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri selama berlatih.

Diketahui, upacara 17 Agustus di Lapangan Bendungan Waru Turi dihadiri oleh siswa SD dan SMP se-Kecamatan Gampeng. Serta linmas, banser, dan seluruh perangkat desa.

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

Editor : rekian
#kediri #paskibraka #kecamatan gampengrejo #bendungan waruturi #upacara agustusan