Banyak daerah yang tidak menggelar karnaval. Seperti di Desa/ Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Hal itu berdampak pada turunnya permintaan jasa rias dan kostum. Seperti yang diungkapkan Putri, 23, make-up artist (MUA) asal Desa/Kecamatan Pagu, mengatakan jika tahun ini jumlah kliennya menurun dibandingkan tahun lalu.
Pada Agustus 2024 lalu, dia bisa merias 5–10 orang. Kini, jumlahnya hanya sekitar 3–4 orang. “Untuk sewa riasan/make-up sekarang sedang turun karena banyak daerah yang tidak menggelar karnaval,” ujarnya
Penyewa yang masih ada umumnya adalah peserta gerak jalan dan paskibraka. Mayoritas adalah pelajar SD hingga SMP. Tarif riasan dipatok mulai Rp30 ribu hingga Rp50 ribu. Tergantung usia dan tingkat kesulitan.
“Kalau make-up karakter lebih mahal karena lebih susah dan butuh lebih banyak produk,” jelasnya.
Tren penurunan juga dialami penyewaan kostum. Biasanya, baju adat menjadi primadona menjelang karnaval. Kini, permintaan lebih banyak datang untuk baju lurik yang digunakan dalam upacara atau acara desa.
“Sekarang baju adat jarang yang mencari kecuali lurik untuk acara desa,” tambah Putri.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian