JP Radar Kediri-Kasus anemia atau darah rendah pada anak usia sekolah menjadi sorotan Pemkot Kediri. Pasalnya, dalam tiga tahun terakhir jumlah pelajar yang mengalami anemia mencapai ribuan kasus.
Untuk memutus kasus tersebut, kemarin Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati membagikan suplemen zat besi atau tablet Fe.
Pantauan koran ini, pembagian tablet Fe di antaranya dilakukan di Ponpes Al Amien, Ngasinan, Kelurahan Rejomulyo, Kota Kediri.
“Kami tidak ingin anak-anak Kota Kediri, termasuk anak-anak di pondok pesantren mengalami anemia,” kata Vinanda.
vinandaBaca Juga: Hari Jadi ke-7, Aswaja Dapat Kado Izin Sekolah dari Wali Kota Kediri Vinanda
Untuk diketahui, secara nasional ada sekitar 30 persen anak Indonesia yang mengalami anemia. Di Kota Kediri, pada 2024 lalu sedikitnya ada 1.140 remaja putri yang mengalami anemia.
Mereka merupakan pelajar kelas 7 SMP dan kelas 10 SMA/sederajat. Jumlah itu didapat dari total 8.409 pelajar yang diskrining atau sebesar 13,5 persen.
Adapun di 2023 lalu, temuan kasus anemia lebih tinggi. Yakni, mencapai 33 persen atau sebanyak 2.654 dari 7.974 remaja putri yang diskrining.
Karenanya, pemkot berupaya mengurangi angka tersebut dengan beberapa cara. Selain membagikan tablet Fe, mereka juga membagikan makanan bergizi, serta penyuluhan kesehatan.
Lebih jauh Vinanda menyebut, anemia tidak hanya berdampak pada kesehatan anak. Melainkan juga bisa berpengaruh pada prestasinya di sekolah.
Anak yang kekurangan darah cenderung sulit berkonsentrasi. Hal tersebut akan mempengaruhi pembelajaran mereka di sekolah atau di pesantren.
“Harapannya dengan ini anak-anak di pesantren bisa menjadi anak yang sehat, mudah berkonsentrasi ketika mendapat pembelajaran dari guru-guru,” lanjut Vinanda dalam acara Aksi Bergizi kemarin.
Selain dibagikan di pesantren yang diasuh Kiai Anwar Iskandar itu, menurut sulung dari empat bersaudara itu suplemen juga akan dibagikan di pesantren Kota Kediri lainnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Fajri Mubasysyir mengatakan pihaknya akan mendeteksi tingkat anemia yang diidap oleh anak-anak Kota Kediri dari hasil pemeriksaan kesehatan gratis (PKG).
“Melalui ini (PKG) kan nanti semua dicek. Nanti akan ketahuan tren kasus untuk tahun ini (anemia) seperti apa,” kata Fajri.
Terkait banyaknya anak yang mengalami anemia, menurut Fajri mayoritas diakibatkan gaya hidup. Mereka cenderung mengonsumsi makanan cepat saji dibanding makanan bergizi.
Karenanya dinkes menggalakkan edukasi pola hidup sehat bagi anak usia sekolah.
“Dan anak-anak sekarang tuh sangat sedikit yang suka sayur dan buah-buahan. Lebih suka fast food. Itu yang membuat edukasinya juga agak sulit,” paparnya.
Seperti halnya para pelajar di sekolah-sekolah Kota Kediri, Fajri menyebut pemberian tablet Fe dan edukasi pola hidup sehat juga akan digalakkan di pesantren. Sehingga, tidak ada kasus anemia pada santri putri.
“Harapan ke depan juga tidak timbul anak stunting,” imbuhnya. (*)
Editor : Mahfud