Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Siap-Siap Berburu Ratusan Kuota Beasiswa Kuliah, Pemkot Gandeng Sembilan Kampus di Kota Kediri

Ayu Ismawati • Kamis, 7 Agustus 2025 | 20:13 WIB
Awal Agustus ini, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati meluncurkan beasiswa Mitra MAPAN dengan kuota 334 mahasiswa.
Awal Agustus ini, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati meluncurkan beasiswa Mitra MAPAN dengan kuota 334 mahasiswa.

KOTA, JP Radar Kediri-Kuliah sarjana strata 1 (S1) dan sarjana strata 2 (S2) gratis bagi warga Kota Kediri agaknya bukan sekadar wacana. Awal Agustus ini, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati meluncurkan beasiswa Mitra MAPAN dengan kuota 334 mahasiswa.

          Ratusan kuota beasiswa itu tersebar di sembilan kampus negeri dan swasta di Kota Kediri. 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri M. Anang Kurniawan mengatakan, beasiswa yang merupakan gagasan Wali Kota Vinanda itu bisa terealisasi setelah pihaknya berkomunikasi dengan kampus-kampus di Kediri. “Idenya ini dari Mbak Wali. Kami komunikasikan dan perguruan tinggi juga welcome,” ungkap Anang.

          Ratusan beasiswa terdiri dari program Diploma III (D3), Sarjana 1 (S1), hingga S2, dengan program studi yang beragam. “Yang menjadi sasarannya ini adalah warga Kota Kediri. Khususnya warga miskin yang tergabung dalam desil 1 sampai 5 di DTSEN (Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional, Red). Itu yang kami prioritaskan. Sedangkan sisanya (desil 6 – 10, Red) bisa diakomodasi selama kuota masih ada,” beber Anang.

          Khusus untuk program S2 program studi tertentu seperti kesehatan masyarakat IIK Bhakti Wiyata, serta program yang dibuka di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), diperuntukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pegawai Pemkot Kediri. Sehingga, meski berstatus warga luar Kota Kediri, tetap bisa mendaftar di program tertentu itu.

          “(Untuk beberapa program, Red) tidak harus warga Kota Kediri. Ini salah satunya untuk kebutuhan teman-teman misalnya yang di puskesmas atau rumah sakit untuk mendukung kebutuhan pelayanan,” lanjutnya.

          Selain itu, beberapa program yang disediakan kampus juga memiliki beberapa persyaratan khusus. Seperti kuota S1 Pendidikan Agama Islam yang dibuka Universitas Terbuka (UT) khusus bagi santri pondok pesantren di Kota Kediri.

          “Yang khusus santri ini perkuliahan full online. Nah, ini juga salah satunya untuk mendukung visi agamis (dari visi MAPAN, Red),” imbuhnya.

          Adapun rincian SMK dan kampus yang membuka beasiswa meliputi SMK Bhakti Wiyata Kediri dan SMK TI Pelita Nusantara yang membuka 100 kuota. Kemudian untuk perguruan tinggi meliputi IIK Bhakti Wiyata Kediri, Universitas Islam Kadiri (Uniska), Universitas Strada Indonesia (USI), Universitas Kadiri (UNIK), Universitas Nusantara PGRI Kediri (UNP Kediri), Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Universitas Terbuka (UT), Universitas Brawijaya Kediri, serta UIN Syekh Wasil Kediri.

          Anang menegaskan, selama ini pendidikan tinggi masih menjadi hal yang langka bagi sebagian masyarakat. Khususnya masyarakat dari keluarga miskin. Melalui beasiswa ini, diharapkan bisa menjadi peluang baru bagi anak-anak Kota Kediri untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya. “Yang nantinya juga bisa membantu perekonomian mereka,” tandasnya.          

Dengan beasiswa yang diberikan itu, salah satu persyaratan bagi penerima manfaat adalah bersedia mengajukan skripsi atau tugas akhir dengan mengangkat isu atau permasalahan di Kota Kediri. Sehingga nantinya anak-anak bisa ikut berkontribusi untuk pembangunan Kota Kediri.

          “Dengan mengambil lokusnya di Kota Kediri, harapannya nanti hasilnya bisa diterapkan untuk Kota Kediri,” terangnya sembari menyebut setelah tahapan sosialisasi, pendaftaran dan seleksi administrasi mulai dibuka pada 11 – 13 Agustus mendatang.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#pemkot kediri #beasiswa pemkot