KEDIRI, JP Radar Kediri- Jembatan Lama Kota Kediri kembali terbakar. Api yang menyulut bagian kayu itu terjadi pada Senin petang lalu (4/8) sekitar pukul 18.45 WIB.
Karena bangunan cagar budaya nasional itu beberapa kali terbakar, Pemkot Kediri bakal mengintensifkan pengawasan.
Kebakaran yang terjadi di bagian kayu jembatan itu kerap dipicu aktivitas membuang puntung rokok sembarangan.
Begitu pula insiden pada Senin lalu. Diduga juga dipicu orang tak bertanggung jawab yang membuat puntung rokok yang masih menyala.
“Ada anak-anak yang nongkrong sambil merokok. Akhirnya juru peliharanya kami minta menghalau anak-anak yang cangkruk di situ,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri Zachrie Ahmad.
Di sepanjang jembatan berstruktur besi itu, Pemkot Kediri sudah memasang beberapa papan larangan membuang puntung rokok di Jembatan Lama.
Namun, aksi vandalisme banyak ditemui di papan-papan tersebut. Pria yang akrab disapa Ayik itu mengatakan, pihaknya turut menyayangkan aksi coret-coret tersebut.
“Karena itu kami mengintensifkan pengawasan dari juru peliharanya. Setiap sore maghrib itu kami minta mereka menghalau anak-anak yang nongkrong sambil merokok,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga berencana mengaktifkan lagi pembatas jalan di jembatan tersebut. Dengan demikian, hanya pejalan kaki dan kendaraan tanpa mesin seperti sepeda saja yang bisa melintas.
“Kami sudah minta bantuan PU (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Red) untuk diberi itu (penghalang, Red) supaya kendaraan bermesin tidak bisa masuk,” tandas Ayik.
Ke depannya, pihaknya mengimbau agar masyarakat lebih peduli menjaga kelestarian cagar budaya.
Apalagi, jembatan yang sudah berusia lebih dari 100 tahun itu berstatus cagar budaya tingkat nasional yang harus dijaga bersama.
“Jembatan ini harus sama-sama kita lindungi. Supaya itu bisa menjadi tempat ilmu pengetahuan juga karena jembatan itu merupakan jembatan dengan struktur besi pertama (di Pulau Jawa, Red),” pungkasnya.
Untuk diketahui, Brug Over Den Brantas te Kediri itu mulai beroperasi sejak 18 Maret 1869. Jembatan yang dibangun pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda itu merupakan jembatan struktur besi pertama di Pulau Jawa.
Karena nilai sejarah dan arsitekturnya itulah, jembatan itu ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat nasional.
Editor : Andhika Attar Anindita