KEDIRI, JP Radar Kediri – Direktur Utama Perum Bulog, Mayjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., bersama Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati melakukan kunjungan langsung ke pedagang kios mitra Bulog di Pasar Setono Betek, Kota Kediri, Selasa (15/7).
Kunjungan bertujuan memastikan ketersediaan dan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berjalan dengan baik, aman, serta tepat sasaran.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Vinanda menekankan pentingnya keberadaan beras SPHP sebagai instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga di tengah fluktuasi pasar.
Tujuannya adalah melindungi daya beli dan memastikan keterjangkauan harga bagi masyarakat menengah ke bawah.
“Ini hal yang sangat positif, dan kami Pemerintah Kota Kediri bersama Forkopimda akan terus mengawasi penjualan SPHP agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,” ujar Vinanda.
Dia menambahkan, sinergi antara Pemerintah Kota Kediri dan Kantor Cabang Bulog Kediri berjalan sangat baik.
“Kami terus berkomunikasi dan berkolaborasi untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga pangan, khususnya beras, tetap terjaga,” tegasnya.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa penyaluran beras SPHP merupakan upaya pemerintah pusat dalam menstabilkan harga beras di tengah gejolak pasar yang kini harganya cenderung fluktuatif.
“Penyaluran SPHP kini lebih ketat dan terkontrol. Kami menggunakan aplikasi Klik SPHP untuk memastikan bahwa setiap mitra penjual terdaftar resmi, memiliki izin usaha yang sah, dan seluruh proses distribusi tercatat secara transparan,” jelasnya.
Menurutnya, beras SPHP hanya disalurkan kepada tiga jalur utama. Yakni kios-kios kecil mitra Bulog, koperasi Merah Putih, dan program Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan pemerintah daerah serta instansi pemerintah termasuk TNI, Polri, dan kejaksaan.
“Masyarakat bisa membeli beras SPHP kemasan 5 kg dengan batas maksimal 2 pack per orang. Tujuannya agar merata dan menjangkau masyarakat ekonomi menengah ke bawah. SPHP tidak disalurkan ke pasar modern,” tegasnya.
Bulog juga sedang menyalurkan bantuan pangan dari pemerintah pusat kepada 18 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, yang datanya terverifikasi melalui Dinas Sosial. Ketentuan pembelian beras SPHP pun telah disosialisasikan dan dipasang di seluruh kios mitra Bulog guna mencegah penyelewengan.
“Kami ingin semua pihak paham bahwa aturan kini diperketat, dan sanksi bagi pelanggar lebih berat. Kami ingin pelaku usaha tetap bisa mendapatkan keuntungan, tetapi dalam koridor aturan yang ada. Ini demi keadilan dan pemerataan bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Ahmad Rizal.
Dia memastikan bahwa stok beras SPHP untuk wilayah Kediri aman dengan jumlah mencapai 20.500 ton, cukup hingga akhir tahun 2025.
Kepala Perum Bulog Kediri Harisun mengungkapkan, sinergitas kepada seluruh stakeholder di terus diperkuat. Dengan kolaborasi yang kuat antara Bulog, Pemerintah Kota Kediri, Forkopimda dan masyarakat diharapkan penyaluran beras SPHP benar-benar tepat sasaran dan mampu menjaga stabilitas harga serta ketahanan pangan daerah. Khususnya di wilayah Kediri dan Nganjuk.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah