Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Berani Promosi Wisata, Daerah Harus Pastikan Kesiapan, dari Diskusi Dampak Efisiensi Anggaran bagi Ekonomi Daerah (4)

Ayu Ismawati • Selasa, 24 Juni 2025 | 17:30 WIB

Ketua PHRI Kediri Raya Sri Rahayu Titik Nuryati menyoroti kesiapan daerah untuk menyambut wisatawan yang berkunjung ke Kediri Raya dalam diskusi di Jawa Pos Radar Kediri (19/6).
Ketua PHRI Kediri Raya Sri Rahayu Titik Nuryati menyoroti kesiapan daerah untuk menyambut wisatawan yang berkunjung ke Kediri Raya dalam diskusi di Jawa Pos Radar Kediri (19/6).

Kebijakan efisiensi anggaran bisa jadi momentum untuk memantik perputaran ekonomi lokal. Salah satunya dengan menarik kunjungan wisatawan datang ke Kediri. Namun, masih ada PR yang harus diselesaikan pemerintah daerah.

 

Jika pemerintah daerah ingin mengundang wisatawan untuk berkunjung ke Kediri dengan promosi wisata, daerah sebagai tuan rumah harus memastikan kesiapannya. Sebab, penilaian orang luar sangat penting bagi sektor pariwisata yang sangat identik dengan pengalaman dan kepuasan.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Perhimpunan Hotel Dan Restoran Indonesia (PHRI) Kediri Raya Sri Rahayu Titik Nuryati. Para pelaku bisnis sektor akomodasi dan pariwisata di Kediri sudah sering berdiskusi. Khususnya terkait membawa wisatawan dari luar daerah untuk menjelajah Kediri Raya.

“Yang juga membutuhkan perhatian ini dalam hal kesiapan. Karena membawa rombongan ketika sudah sampai di sini, tetapi di sini kita sebagai tuan rumah tidak siap, ya nanti jadinya orang kapok datang ke sini,” ujarnya.

Dia mencontohkan, ada beberapa ikon kuliner yang justru kurang memperhatikan aspek kebersihan dan higienitas produknya. Padahal, objek-objek itu punya potensi besar menggaet minat wisatawan.

Pihaknya pun menyarankan agar pemerintah daerah bisa berkoordinasi dengan para pelaku kuliner ikonik di Kediri. Terutama untuk menyiapkan mereka menyambut wisatawan.

“Jadi kalau di pariwisata ada namanya Sapta Pesona (konsep sadar wisata yang dicetuskan Kementerian Pariwisata, Red) itu harus dipakai. Di situ sudah meliputi keseluruhan termasuk kebersihan,” tandasnya.

Hal serupa ditujukan untuk sentra kuliner di objek-objek wisata. Dia mencontohkan, masih kerap ditemui praktik menaikkan harga untuk wisatawan. Kebiasaan itu yang harus dihilangkan agar wisatawan tidak kapok berkunjung ke Kediri.

 “Terus juga dulu pernah membawa wisatawan ke Kelud, ketika sudah membawa rombongan satu bus ternyata di sana tutup kulinernya. Seperti ini loh permasalahan-permasalahannya,” urai perempuan yang akrab disapa Yayuk itu sembari berharap ada upaya duduk bersama lintas sektor untuk meningkatkan kualitas pariwisata di Kediri.

Sebelumnya diberitakan, Jawa Pos Radar Kediri menggelar diskusi dengan tema ‘Dampak Efisiensi Anggaran Daerah: Untung atau Buntung?’ pada Kamis (19/6). Diskusi yang digelar di teras Jawa Pos Radar Kediri itu dihadiri Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Kediri Sugeng Wahyu Purba Kelana serta Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kediri Totok Minto Leksono.

Diskusi juga dihadiri Dosen Ekonomi Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri Edi Susanto, dan Ketua PHRI Kediri Raya Sri Rahayu Titik Nuryati. Serta, beberapa pelaku usaha perhotelan dan resto di Kediri Raya. (*)

Editor : Mahfud
#efisiensi anggaran #diskusi #promosi wisata