KABUPATEN, JP Radar Kediri- Penerbangan komersial di Bandara Dhoho memang dihentikan sementara. Namun, bandar udara yang terletak di Kecamatan Grogol itu tetap beroperasi. Yakni, hanya untuk melayani penerbangan pesawat carter dan jet pribadi yang masuk ke sana.
Hal tersebut diungkapkan oleh General Manager (GM) Angkasa Pura (AP) I Bandara Dhoho Kediri I Nyoman Noer Rohim. Menurutnya hingga pertengahan Juni ini bandara tetap beroperasi seperti sebelumnya.
“Tetap beroperasi seperti biasa,” ungkap Nyoman.
Untuk diketahui, Bandara Dhoho memiliki dua kali penerbangan dalam seminggu. Yaitu, penerbangan oleh pesawat Citilink Kediri-Jakarta pulang pergi (pp) setiap Rabu dan Jumat.
Namun, sejak Mei lalu hingga Juli nanti penerbangan oleh pesawat pelat merah itu dihentikan sementara. Alasannya, karena jumlah armada terbatas dan pesawat sedang dalam proses maintenance.
Lantas, layanan apa yang dibuka saat ini? menurut Nyoman pihaknya memberikan pelayanan jika ada pihak yang mengajukan penerbangan di Bandara Dhoho. Misalnya penerbangan private jet atau penerbangan yang tidak terjadwal.
“Ada beberapa kali penerbangan pesawat pribadi,” lanjut Nyoman sembari menyebut beberapa di antaranya dilakukan oleh owner Bandara Dhoho.
Selain melayani penerbangan tersebut, menurut Nyoman pihaknya juga melakukan pemeliharaan rutin. Dengan demikian, aktivitas di Bandara Dhoho tetap normal seperti sebelumnya.
Terpisah, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri Lukman Soleh melalui Ketua Tim Kerja Meteorilogi Publik Satria Krida Nugraha mengatakan, selama libur penerbangan komersil memang ada beberapa kali ada penerbangan yang sifatnya tidak terjadwal.
“Ada beberapa kali. Biasanya pemberitahuannya (penerbangan, Red) dadakan. Ketika ada yang mau landing, kami diminta data perkiraan cuaca,” jelasnya saat di temui di kantornya kemarin.
Berapa kali penerbangan dalam seminggu? menurut Satria jumlahnya tidak menentu. “Tidak setiap minggu turunnya (pesawat landing di Bandara Dhoho, Red),” jelasnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri di Bandara Dhoho kemarin, memang masih ada aktivitas di Bandara Dhoho. Meski, kondisi di area bandara dari luar terlihat sepi. Hanya ada beberapa orang berlalu lalang yang merupakan karyawan bandara.
Mereka melakukan pemeliharaan rutin dengan membersihkan area bandara dan fasilitas umum (fasum) di sana. Selebihnya, hanya ada petugas yang melakukan patroli di area bandara.
Seperti diberitakan, untuk menghidupkan kembali Bandara Dhoho, Pemkab Kediri mengundang beberapa pemerintah daerah di sekitar Bandara Dhoho untuk rapat pada Kamis (12/6) lalu.
Dalam rapat yang juga dihadiri oleh Dinas Perhubungan dan Bappeda Jawa Timur itu mereka juga membahas teknis agar animo masyarakat untuk mengakses penerbangan di sana meningkat.
Hasil rapat merumuskan rencana pemberian insentif penerbangan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Namun, mereka masih akan konsultasi dengan Badan Pengawas Keuangan (BPK) serta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) lebih dulu.
Rapat tersebut juga membahas pembukaan penerbangan internasional di Bandara Dhoho. Salah satunya membuka layanan penerbangan umrah yang ditargetkan dimulai akhir Juli nanti.
Yang Perlu Diketahui dari Operasional Bandara Dhoho Kediri
- Dibangun sejak tahun 2021 dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) unsolicited, pembangunan Bandara Dhoho oleh PT Surya Dhoho Investama (SDhI) menelan dana Rp 13 triliun
- Bandara Dhoho mulai beroperasi pada 5 April 2024 dengan penerbangan Jakarta-Kediri pulang pergi (PP) dengan maskapai Citilink
- Pada 6 Juni 2024 kembali dibuka penerbangan dengan rute Kediri-Balikpapan oleh Maskapai Super Air Jet
- Penerbangan pesawat dari PT Lion grup itu berhenti pada akhir 2024 karena rendahnya animo masyarakat di rute tersebut.
- Sejak Mei lalu penerbangan Kediri-Jakarta diliburkan hingga Juli nanti dengan alasan pesawat dalam maintenance (*)
Editor : Mahfud