KEDIRI, JP Radar Kediri- Ratusan warga Dusun Kasian, Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri melakukan aksi demo.
Mereka menolak penutupan jalan imbas proyek tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) yang menjadi akses Bandara Dhoho.
Tepatnya, akses yang ditutup itu berada di Jalan Teratai, Kelurahan Gayam, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri yang jadi akses jalan warga Kasian.
Dalam aksi yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut warga melayangkan berbagai tuntutan mereka.
Salah satunya terkait penolakan jalan yang ditutup. Mereka menganggap bahwa jalan yang ditutup itu mengganggu mobilitas warga.
Seperti untuk akses sekolah anak-anak Dusun Kasian. Pasalnya, untuk mencapai sekolah, mereka harus memutar jauh sedikitnya 1 kilometer (km).
"Kita juga akan long march sebagai bentuk aksi protes," jelas Suparmin, salah satu koordinator pendemo.
Pantauan Jawa Pos Radsr Kediri, setelah mereka melakukan orasi di depan area proyek. Mereka juga melakukan long march menuju ke lokasi penutupan jalan.
Massa berjalan sekitar 1 kilometer sebagai bentuk penolakan. Dalam aksi itu, warga juga meneriakkan aspirasi terkait penolakan.
"Buka jalan kami, buka jalan kami," teriak massa pendemo menuntut jalan tersebut dibuka kembali oleh pihak pelaksana proyek.
Sementara itu, para pendemo dan perwakilan pihak pelaksana proyek sudah beberapa kali mediasi.
Saat demo ini pun pihak perwakilan proyek menemui langsung para pendemo. Mereka menyatakan bahwa akan membuka jalan tersebut. (sad/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita