KABUPATEN, JP Radar Kediri-Pemkab Kediri terus melakukan berbagai persiapan untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat (SR). Selai dan operasional Balai Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (BPKASN) di Bulusari, Tarokan, pemkab juga kembali melakukan kunjungan ke rumah calon siswa.
Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri Ariyanto mengatakan, sebelumnya Pemkab Kediri sudah mengunjungi rumah 100 calon siswa SR. Saat itu, tim mengecek kondisi rumah siswa. Memastikan mereka layak untuk masuk ke SR.
Dalam pertemuan tersebut, tim pemkab melakukan survei dan wawancara terkait kondisi ekonomi calon siswa. Mereka juga meminta orang tua dan siswa menandatangani surat pernyataan kesiapan mengikuti sekolah berasrama di SR.
Selanjutnya, di kunjungan kedua ini, tim pemkab kembali datang untuk mengetahui bakat dan minat siswa.
“Sesuai hasil rapat terbaru dengan kementerian memang kami diminta untuk mendalami bakat dan minat siswa,” kata Ariyanto sembari menyebut total ada 100 siswa yang sudah terjaring dan belajar di SR.
Baca Juga: Amankah Kucing Minum Susu? Ini Fakta, Jenis Susu yang Boleh, dan Cara Pemberiannya
Siswa Sekolah Rakyat Mendapat Fasilitas Baju dan Sepatu Gratis
Selain mengidentifikasi bakat dan minat siswa, tim pemkab juga datang untuk mengukur baju dan sepatu calon siswa.
“Nanti siswa kan mendapat fasilitas seragam, kaus, dan sepatu gratis. (Home visit, Red) untuk mengukur dan menyiapkan itu juga,” lanjutnya.
Seperti diberitakan, Selasa (3/6) lalu Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mendatangi BKPASN di Desa Bulusari, Tarokan. Tim yang beranggotakan dua orang itu mengecek kesiapan fasilitas di gedung yang akan digunakan untuk pembelajaran SR tersebut.
Mereka mengecek kondisi kelas yang sudah dilengkapi air conditioner (AC). Demikian pula kamar, perpustakaan, dan beberapa sarana serta prasarana (sarpras) di sana. Termasuk sarana laundry yang saat ini masih dalam tahap pembangunan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Hasil pengecekan, sarpras dan berbagai fasilitas di sana sudah dinyatakan layak. Kesiapan sekolah yang akan dioperasionalkan mulai Juli nanti itu sudah mencapai 80 persen.
Perwakilan Kemensetneg memberi catatan agar dilakukan penambahan closed circuit television (CCTV) di beberapa titik. Mereka juga mengubah aula BKPASN menjadi tempat olahraga bulutangkis dan basket untuk siswa.
Sesuai rencana, BKPASN akan menjadi gedung sekolah sementara untuk SR. Pemerintah akan membangun gedung SR di lahan Pemkab Kediri di Desa Plosokidul, Plosoklaten.
Dari total lahan seluas 13,9 hektare, hanya separo saja yang akan dibangun area SR. Sisa tanah akan kembali menjadi aset milik Pemkab Kediri.
Sementara itu, setelah tim Pemkab Kediri melakukan visitasi kedua di rumah calon siswa, nantinya para siswa akan mengikuti tes kesehatan. Kapan tes kesehatan dilakukan? Ariyanto belum bisa menyebut waktunya secara pasti. Hanya saja, tes kesehatan akan digelar bersamaan dengan waktu registrasi ulang siswa.
“Registrasinya menjelang tahun ajaran baru 2025/2026 Juli nanti. Untuk jadwal pastinya masih menunggu,” jelas Ariyanto sembari menyebut tes kesehatan dalam komando Kementerian Kesehatan. Adapun di Kabupaten Kediri akan digelar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri. (*)
Editor : Mahfud