KEDIRI, JP Radar Kediri- Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa bulan terakhir berdampak pada sektor pertanian di Kabupaten Kediri.
Akibatnya, ratusan hektare (ha) lahan persawahan yang kebanjiran. Alhasil, tidak sedikit petani yang terpaksa mengalami puso atau gagal panen.
Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri mencatat, lahan yang terkena dampak perubahan iklim (DPI) mencapai 223,25 ha.
Itu berlangsung dalam kurun waktu Januari-April. Meliputi wilayah Grogol, Papar, Purwoasri, Banyakan, Tarokan dan Gampengrejo
Mayoritas jenis tanaman padi maupun jagung.
Karena hal tersebut, sedikitnya 8,75 ha sawah mengalami puso. Berikutnya untuk dampak DPI pada Mei masih dilakukan penghitungan.
“Situasi iklim seperti ini sulit untuk memprediksi,” terang Plt Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri Sukadi.
Baca Juga: Info SPMB 2025 di Kota Kediri, Ini Deretan Penyebab Siswa Gagal Ambil PIN, Salah Satunya KK Baru
Dia membenarkan, bahwa tidak sedikit yang terdampak cuaca ekstrem beberapa bulan ini. Sukadi mencontohkan di area persawahan Desa Mekikis, Purwoasri yang ditanami jagung.
Pihaknya mendapatkan laporan tanaman jagung di sana mati akibat terdampak hujan. Setelah dirapatkan dengan pihak desa dan petani setempat, akhirnya diputuskan untuk diganti dengan padi.
Sukadi menegaskan pihaknya tidak hanya memberikan saran. Melainkan juga memberikan bantuan benih kepada petani terdampak.
Sukadi mengatakan, bahwa pihaknya melakukan berbagai langkah untuk menanggulangi dampak bencana.
Dia mengaku, bahwa Pemkab Kediri menyesuaikan bantuan sesuai permintaan petani. Seperti jika dibutuhkan bibit baru, pihaknya akan memberikan bantuan benih.
“Pemkab Kediri berupaya agar kebutuhan masyarakat terpenuhi. Semua petani yang terdampak bisa melaporkannya. Insyaallah pemkab akan membantu,” jelas Sukadi.
Editor : Andhika Attar Anindita