KOTA, JP Radar Kediri-Persaingan siswa untuk masuk ke sembilan SMP negeri di Kota Kediri lewat jalur afirmasi dipastikan berlangsung ketat.
Pasalnya, di hari pertama pendaftaran kemarin sedikitnya ada 1.850 peserta didik yang sudah mendaftar.
Jumlah ribuan siswa tersebut merupakan pendaftar hingga pukul 15.10. Jumlah pendaftara secara online dipastikan akan terus bertambah hingga sore. Jika di jenjang SMP jumlah pendaftar sudah melebihi pagu, di tingkat SD total ada 955 pendaftar.
“Pendaftarannya semua by online. Tapi sejak pagi tadi (19/5) ada beberapa orang tua yang kesulitan, dari dinas pendidikan juga membantu,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri M. Anang Kurniawan melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Achmad Wartjiantono.
Sebelumnya, pria yang akrab disapa Anton itu memang sudah mengimbau sekolah untuk memfasilitasi siswa dan orang tua (ortu) yang kesulitan mendaftar online.
Namun, ternyata masih saja ortu yang datang ke operator dinas pendidikan karena kendala teknis yang tidak bisa diselesaikan di sekolah.
Di antaranya kendala pendataan. Calon siswa merupakan anak dengan KK Kota Kediri. Namun sebelumnya bersekolah di luar Kota Kediri.
Hal tersebut membuat nama mereka belum masuk ke dalam sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Masalah tersebut langsung teratasi setelah mereka mendatangi operator dinas pendidikan dan dilakukan entry data.
“Pendaftaran bisa dilakukan setiap saat karena full online selama dua hari ini. Baru nanti hasilnya diumumkan tanggal 22 Mei,” lanjut pria yang akrab disapa Anton itu.
Jika SPMB jenjang TK, SD, dan SMP diawali dengan jalur afirmasi kemarin, SPMB SMA/SMK dimulai dengan tahap entry nilai rapor oleh SMP/MTs.
Di tempat terpisah, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Provinsi Jatim Wilayah Kediri juga menggelar penandatanganan pakta integritas yang diikuti semua kepala SMA/SMK.
Kacabdisdik Provinsi Jatim Wilayah Kediri Adi Prayitno mengatakan, pakta integritas yang ditandatangani kemarin sebagai bentuk komitmen kepala sekolah.
Yakni, untuk melaksanakan SPMB sesuai aturan yang ditetapkan. “Apa yang ada di aturan tolong betul-betul dipahami dan dilaksanakan,” pinta Adi dalam penandatanganan pakta integritas kemarin.
Lebih jauh Adi menyebut, setiap tahun teknis SPMB hampir dipastikan selalu berubah. Tujuannya untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.
Karena itu, pria asal Nganjuk tersebut meminta kepala sekolah menerapkan juknis yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jatim.
Dia menegaskan, kualitas SMA/SMK di Kediri Raya merata. Buktinya, tidak sedikit siswa di sekolah pinggiran yang berprestasi.
Karenanya, dia meminta masyarakat tidak berburu sekolah yang berlabel favorit. “Kualitasnya semua sama baiknya. Kepala sekolah harus bisa memberi edukasi pada masyarakat,” tandasnya dalam penandatanganan pakta integritas di SMAN 1 Kota Kediri itu.
Sementara itu, jika SPMB Kota Kediri dimulai kemarin, SPMB Kabupaten Kediri baru akan dimulai Juni nanti.
Minggu ketiga Mei ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri tengah melakukan sosialisasi kepada siswa.
Kepala Disdik Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin melalui Kabid Pendidikan SMP Fadeli menyebut, pada 23-25 Juni nanti akan diawali jalur afirmasi dan mutasi.
Selanjutnya pada 30 Juni hingga 1 dan 2 Juli nanti akan dimulai SPMB tahap 2. Yakni untuk jalur domisili dan jalur mutasi jika di tahap pertama jalur tersebut tidak terpenuhi.
“Artinya jalur mutasi ini ada di tahap satu dan tahap dua. Tergantung aapakah di tahap ini ada di dua tempat, tahap satu dan dua. Tergantung apakah di tahap satu sudah terpenuhi atau belum,” jelasnya ditemui di kantornya kemarin sore.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira