Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ribuan Bidang Lahan Pertanian Kena Proyek Tol, Ini yang Dilakukan Pemkab Kediri Agar Indek Pertanian Tetap Meningkat

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Senin, 28 April 2025 | 03:44 WIB

 

MENIPIS: Lahan pertanian yang kena kepras karena proyek Tol Kediri-Tulungagung di Kecamatan Mojo.
MENIPIS: Lahan pertanian yang kena kepras karena proyek Tol Kediri-Tulungagung di Kecamatan Mojo.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Ribuan bidang lahan pertanian kena kepras proyek strategis nasional (PSN). Hal ini diungkapkan Analisis Sarana dan Prasarana Pertanian Bambang Mujiono ketika mendampingi Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Sukadi. 

Akibat pembangunan Tol Kediri-Kertosono sedikitnya ada 409 lahan pertanian yang terdampak. Mulai dari lahan pertanian di wilayah Sendang sebanyak 8 bidang. Berikutnya Desa Maron ada 117 bidang. Desa Banyakan ada 5 bidang. Dan Ngablak ada 183 bidang. Terakhir adalah Desa Bakalan ada 96 bidang.

Baca Juga: Banyak Pohon Hilang karena Proyek Tol, Ini yang Dilakukan Pemkot Kediri lewat DLHKP

Jika di Tol Kediri-Kertosono ada ratusan bidang jumlah lahan pertanian yang lebih banyak kena kepras adalah proyek Tol Kediri-Tulungagung. Jumlahnya ada 2.161 lahan. Meliputi lahan pertanian di Kecamatan Banyakan, Semen dan Mojo.

Adanya PSN telah memangkas lahan pertanian di Kabupaten Kediri. Walaupun demikian, Bambang menyebut dispertabun turut mendukung adanya PSN. Pasalnya, pembuatan tol juga dalam rangka peningkatan ketahanan pangan di bidang transportasi. 

Baca Juga: Dewi Mariya Ulfa Kembali Jadi Nakhoda PC Fatayat NU Masa Khidmat Tahun 2024-2029

“Dengan adanya pembuatan tol, harapannya distribusi pertanian, mulai dari pupuk ataupun hasil panen juga bisa lebih mudah,” jelas laki-laki yang kesehariannya memakai kacamata itu.

Karena ada ribuan bidang lahan pertanian yang terpangkas di PSN ini, maka ada tugas berat yang harus dilakukan Pemkab Kediri. Yakni mendorong agar pertanian Kabupaten Kediri tidak menurun karena berkurangnya lahan pertanian.

Baca Juga: Dukung Operasional Fatayat NU, Bupati Kediri Mas Dhito Beri Bantuan Mobil

“Secara logika memang berkurang. Namun kami terus melakukan berbagai upaya untuk menindaklanjuti itu,” jelasnya.

Agar pertanian di Kabupaten Kediri tidak alami penurunan karena lahan yang berkurang, Pemkab Kediri berupaya melakukan luas tambah tanam (LTT). Yakni dengan  mencari potensi lahan yang selama ini belum bisa tergarap kedepan bisa ditanami.

Baca Juga: Kembali Nakhodai Fatayat NU Kediri, Mbak Dewi: Fatayat Harus Jadi Rumah Nyaman bagi Perempuan

Seperti mencoba mengoptimalkan lahan tadah hujan yang memang belum secara massif dikelola. Berikutnya juga mengoptimalkan lahan tegal yang belum jadi prioritas.

“Kami produktifkan dengan pembangunan infrastruktur yang ada,” jelasnya.

Baca Juga: Bukan Tugas Pemerintah Saja! Semua Harus Peduli Atasi Lahan Kritis di Kabupaten Kediri, Begini Kata Pengamat

Selain itu, Bambang mengatakan, untuk meningkatkan produksi pertanian, pihaknya juga meningkatkan indeks pertanaman (IP). Yang awalnya IP 100 jadi IP 200. Yang IP 200 jadi IP 300. 

Peningkatan IP itu dengan menambahkan infrastruktur pertanian. Seperti peningkatan jaringan irigasi tersier. Juga dengan menambah sumur bor. “Dengan dilakukan hal tersebut, sehingga luas tambah tanam jadi ada,” jelasnya.

Baca Juga: Mbak Dewi Kembali Pimpin PC Fatayat NU Kabupaten Kediri, Wujudkan Fatayat jadi Rumah Nyaman bagi Perempuan

Terkait hal tersebut, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Sukadi mempertegas, pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk mencari CSR untuk mencukupi kebutuhan pembuatan sumur bor.

Dia menargetkan, dalam setahun dilakukan penambahan 900 hingga 1000 sumur bor. “Ini upaya untuk menaikkan IP dari 100 ke 200,” jelasnya.

Baca Juga: Bukan Tugas Pemerintah Saja! Semua Harus Peduli Atasi Lahan Kritis di Kabupaten Kediri, Begini Kata Pengamat

Dia mengatakan, upaya ini dilakukan juga untuk mencapai target panenan padi yang diberikan pusat. Yakni target 63.323 hektar padi per tahun.

Sementara untuk tahun ini Kabupaten Kediri hanya bisa penuhi 49.881 hektar padi. Sehingga masih kurang 14 ribu hektar. “Harapannya bisa memenuhi target sesuai arahan. Catatannya harus konsisten setiap tahun buat sumur 900-1000 titik,” terangnya. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

Editor : rekian
#lahan pertanian #pertanian #Indeks Pertanian #pemkab kediri #tol Kediri-Kertosono #psn #tol kediri-tulungagung #proyek tol