Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

PKL di Kawasan SLG Kediri Menolak Relokasi Bikin Bangunan Sentra PKL Mangkrak

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 4 April 2025 | 02:51 WIB

 

PKL di Kawasan SLG Kediri Menolak Relokasi Bikin Bangunan Sentra PKL Mangkrak
PKL di Kawasan SLG Kediri Menolak Relokasi Bikin Bangunan Sentra PKL Mangkrak

Penolakan adalah masalah klasik dalam proses penataan PKL. Yang sering terjadi ketika proses relokasi. Tapi, tetap saja hal itu harus dilakukan.

“Dimanapun kalau akan dipindah pasti di awal akan protes,” jelas Subagyo, pegamat ekonomi.

Dia mencontohkan seperti Kawasan pedagang di Malioboro. Di awal relokasi juga ada penolakan. Namun ketika sudah berjalan, para pedagang senang. Bahkan jadi jujukan wisatawan.

Menurutnya, di satu sisi, tujuan dari Pemkab Kediri merupakan hal yang baik.

Karena hal itu dilakukan untuk menata agar wilayah SLG estetika lebih terjaga. Selain itu, juga untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.

“Dipindah di tempat yang bagus, lebih bersih dan tertata. Juga meninggikan nilai PKL itu sendiri. Bahwa jajan pinggir jalan itu bersih, dan higienis,” terang dosen UNP itu.

Namun, di sisi lain, pengunjung biasanya suka yang praktis. Tanpa harus membutuhkan effort lebih untuk membeli makanan atau minuman saat berkunjung.

“Ingin yang praktis. Ingin yang langsung beli. Tanpa harus pergi-pergi jauh,” jelasnya.

Area PKL Kawasan SLG walaupun jaraknya tidak terlalu jauh, namun jika dari Taman Hijau untuk berjalan membeli camilan atau minuman harus membutuhkan waktu lebih.

Sehingga hal tersebut membuat pedagang khawatir. Karena takut pengunjung jadi enggan untuk beli.

Baca Juga: Review Film Norma: Antara Mertua dan Menantu, Kisah Penghianatan dalam Rumah Tangga

Selain itu, penolakan juga akan terjadi ketika pedagang tidak diajak menentukan tempat.

“Maka dari itu pentingnya pedagang diajak berdiskusi merancang lokasi,” terangnya.

Tempat baru seperti itu juga belum menjamin pedagang bisa laris. Memicu kekhawatiran mereka.

Lantas bagaimana solusinya agar pedagang mau masuk ke area yang sudah disediakan ini? Subagyo memiliki beberapa opsi.

Yang pertama, terus dilakukan sosialisasi. Tidak hanya pada pedagang, namun juga pada masyarakat.

“Sosialisasi dan promosi penting dilakukan. Agar pedagang mau menempati, juga calon pembeli tahu,” jelasnya.

Promosi harus dilakukan dengan berbagai media. Kalau perlu menggandeng influencer.

Berikutnya perlu juga sering diadakoannya event pada lokasi itu. Seperti festival kuliner, konser-konser, atau kegiatan lain yang bisa mengundang massa.

Perlu juga diberikan insentif bagi pedagang. Misalnya memberikan voucher atau diskon pada pengunjung. Agar mereka tertarik datang.

“Misal itu bayar sewa, perlu dikasih subsidi dulu,” terangnya.

Penyediaan kendaraan shuttle juga ide menarik. “Misal ada kendaraan kereta kelinci untuk mengantar dari taman ke area PKL, itu akan menarik,” terangnya.

Yang jelas, menurutnya tindakan represif tidak bleh dilakukan. Karena justru bisa memicu kerawanan sosial baru. (muhamad asad muhamiyus sidqi/fud)

 Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#pkl #bangunan #slg #relokasi #mangkrak