KEDIRI, JP Radar Kediri- Program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Kediri mulai berjalan lagi. Setelah sempat terhenti selama satu bulan. Dua kecamatan yang menggelarnya, yaitu di Pare dan Kras.
Di Kecamatan Pare, satu dapur yang berada di Desa Tertek melakukan launching. Yaitu dapur milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Sunan Ampel Al Muhsini. Yayasan ini berlokasi di Dusun Semanding.
“Dapur telah selesai awal Februari. Setelah dapat instruksi dari BGN (Badan Gizi Nasional, Red) akhirnya beroperasi hari ini,” terang Ketua YPI Sunan Ampel Al Muhsini Yusron Ahmad, yang ditemui di dapur kemarin.
Sebenarnya, ada dua dapur di wilayah ini yang seharusnya beroperasi 13 Januari. Bersamaan dengan dapur di Kecamatan Kayenkidul.
Tapi, akhirnya tertunda karena proses pembangunan dapur yang belum kelar. Selain juga menunggu arahan BGN. Akhirnya, baru satu dapur yang beroperasi mulai kemarin.
Dapur tersebut menyalurkan MBG untuk 14 sekolah di Desa Tertek. Meliputi semua jenjang. Pengiriman dibagi dua tahap. Yaitu pagi sekitar pukul 06.00 dan siang pukul 09.30.
"Untuk yang pagi itu SD MI kelas 1-2 untuk yang pukul 09.30 itu kelas 3 sampai yang SMA sederajat," jelasnya, sembari menyebut ada 3.131 siswa penerima MBG.
Yusron mengatakan, tidak ada kendala dalam proses MBG kemarin. Apalagi seluruh sasaran ada di Desa Tertek. Dengan jarak terjauh 2,5 kilometer.
"InsyaAllah aman, kami juga mulai masak sejak pukul 19.00 malam kemarin (16/2)," terangnya, sembari menyebut ada dua armada yang digunakan untuk distribusi.
Terkait menu, sudah ada susu dalam paket makan itu. Susu itu didatangkan dari Pujon, Kabupaten Malang. Menurut pria yang biasa disapa Gus Yusron ini, menu susu akan ada tiga kali dalam seminggu.
Masih terkait program MBG di Pare, Puskesmas Sidorejo juga melakukan pemeriksaan dapur dan sampel makanan.
“Ini masih akan dibawa ke Laboratorium Kesehatan Daerah untuk pengujian,” kata Sanitarian Puskesmas Sidorejo Eri Eka.
Pihak puskesmas juga melakukan pemeriksaan kelayakan dapur. Yang disebut Eri secara umum dapur sudah sesuai.
Meskipun ada beberapa poin yang harus menjadi perhatian. Terutama terkait dengan standard operating procedur (SOP) penyiapan makanan.
Seperti tempat sampah yang perlu dibedakan jenisnya dan dipasangi trashbag agar proses pemindahan mudah.
"Dari total penjamah makanan (tukang masak) 50 persen juga sudah bersertifikasi penjamah," jelasnya.
Dari Kecamatan Kras, ada enam sekolah yang menerima MBG di tahap uji coba ini. Salah satunya SDN Kras 1.
“Ini pelaksanaan MBG pertama kali di Kecamatan Kras,” jelas Kepala SDN Kras 1 Widodo, 58.
Pengiriman makanan berlangsung dua tahap. Pagi, sekitar pukul 07.00 dan diserahkan pukul 08.00 kepada siswa kelas 1 sampai 3.
Setelah itu tahap dua datang pukul 09.00 dan diserahkan satu jam kemudian untuk kelas 4 sampai 6.
“Total ada 357 siswa yang menerima MBG di SDN 1 Kras ini. Ada lima yang tidak masuk karena sakit. Porsi MBG yang tidak masuk itu diberikan ke orang tuanya,” terangnya.
Selain SDN Kras 1, ada lima sekolah lain yang mendapat jatah MBG. Yaitu RA Al Huda Rejomulyo (63 siswa), MI Al Huda Rejomulyo (197 siswa), SMPN 1 Kras (981 siswa), SMPN 3 Kras (319 siswa), dan SMKN 1 Kras (1062 siswa).
“Pemilihan lembaga yang menerima manfaat diutamakan radius 6 kilometer (km) dari dapur MBG,” sambung Suyono, babinsa Desa Kras.
Di Kecamatan Kras, terdapat satu dapur untuk memasak program MBG. Yang berada di Desa Nyawangan. Dapur ini memiliki 47 pekerja.
Menu makanan yang disajikan pada tahap pertama ini relatif bagus. Terdiri dari tumis buncis dan wortel, suwir ayam, tahu, serta 1 potong buah semangka.
“Kalau dari menu sudah sesuai dengan kegemaran anak-anak. Mereka juga makan dengan lahap,” paparnya.
Terpisah, Unit Intel Kodim Wilayah Kediri Selatan Malik Damanuri mengatakan, tahap percobaan ini sudah berjalan maksimal. Mulai dari lokasi dapur umum yang bersih dan mobil boks pengantaran khusus.
“Dipastikan makanan yang sampai ke siswa dalam kondisi aman,” tegasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah