KEDIRI, JP Radar Kediri- Ruang terbuka hijau yang seharusnya bisa jadi wadah untuk aktivitas positif masyarakat, sering disalahgunakan untuk tindakan asusila.
Yang terbaru, sepasang muda-mudi terekam kamera pengunjung sedang asyik berpelukan dan saling pangku di Taman Kilisuci, Pare.
Merespons hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berencana memasang closed circuit television (CCTV) di sejumlah taman.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, video berdurasi 31 detik itu ramai jadi perbincangan di Instagram sejak Jumat (7/2) lalu.
Dalam video tersebut tergambar kondisi taman yang sepi hingga sepasang muda-mudi itu berani berbuat asusila.
Kepala DLH Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan tentang aksi asusila di Taman Kilisuci, Pare.
Putut menegaskan, sebenarnya di setiap taman sudah ada petugas. Dia menduga aksi tak terpuji pengunjung taman itu terjadi saat petugas sedang istirahat.
“Kalau sampai ketahuan petugas pasti akan ditegur,” kata Putut.
Dengan adanya aksi asusila yang beredar di media sosial itu, diakui Putut pihaknya kecolongan.
Karenanya, menindaklanjuti hal tersebut pihaknya berencana memasang CCTV di setiap taman di Kabupaten Kediri. Tujuannya, agar hal serupa tidak terulang kembali.
Sejauh ini, diakui Putut, dari beberapa taman di Kabupaten Kediri, baru Taman Hijau SLG saja yang sudah terpasang CCTV.
“Akan kami upayakan agar taman-taman lainnya juga segera dipasang CCTV,” lanjut Putut.
Selain memasang CCTV, pria berusia 54 tahun itu juga berencana mengevaluasi penataan tempat duduk yang ada di setiap taman. Sehingga, aksi asusila yang sering terjadi di sana bisa dicegah.
“Kalau untuk penerangan saya pastikan semua taman yang ada di Kabupaten Kediri sudah memadai,” terang pria asal Kras tersebut.
Pengamatan koran ini, tidak hanya Taman Kilisuci Pare saja yang jadi ajang asusila.
Jawa Pos Radar Kediri juga mendapati ada sepasang pelajar yang bermesraan di Taman Hutan Kota Pare, pada Rabu (29/1) lalu.
Sekitar pukul 13.00 sepasang muda-mudi tanpa sungkan saling peluk di taman.
Dengan maraknya aksi tak patut itu, Putut mengimbau masyarakat agar ikut menjaga ruang publik.
Caranya, dengan menegur jika ada pengunjung taman yang berbuat tak patut. Dengan demikian mereka sudah ikut menjaga norma dan etika selama berada di tempat umum.
“Kami juga meminta agar pengunjung taman tidak membuang sampah sembarangan. Tidak merusak fasilitas yang telah disediakan,” tandasnya.
Untuk diketahui, DLH sudah menyiapkan petugas di setiap taman. Jumlahnya 2-6 orang. Mereka merupakan petugas pemeliharaan dan kebersihan.
“Di Taman Ringin Budho ada empat orang. Sedangkan Taman Kilisuci ada lima orang,” sambung Kasi Taman DLH Weni Artanti sembari menyebut mereka bertugas sejak pagi hingga malam hari.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah