Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Solichin Jadi Kalapas II A Kediri yang Baru, Komitmen Tangani Over Capacity

Emilia Susanti • Selasa, 11 Februari 2025 | 05:05 WIB

 

SERTIJAB: Solichin, sosok Kalapas II A Kediri  yang baru.
SERTIJAB: Solichin, sosok Kalapas II A Kediri yang baru.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kediri resmi berganti. Kini jabatan itu dipegang oleh Solichin.

Pria asal Demak itu menggantikan Urip Dharmayoga yang kini kini mengemban jabatan baru sebagai Kalapan Kelas II A Cikarang. Serah terima jabatan mereka berlangsung kemarin (10/2).

Baca Juga: Sekda Pastikan Tak Ada Kekosongan Jabatan Wali Kota Kediri, Zanariah Masih Menjabat Sebagai Pj Hingga Pelantikan Vinanda  

Urip yang akan meninggalkan Lapas II A Kediri menyebutkan, ada pekerjaan rumah (PR) yang belum diselesaikan selama menjabat di Kediri. Yakni masalah kapasitas warga binaan yang membeludak. 

Idealnya, Lapas Kelas IIA dihuni 325 orang. Tapi sekarang, diisi 940 orang. 

Baca Juga: Pelayanan Kesehatan Gratis di Kota Kediri, Dinkes Lakukan Ini untuk Persiapan

"Over kapasitasnya tiga ratus persen," ungkap Urip saat menyampaikan sambutan di acara serah terima jabatan di Aula Welas Asih Lapas II A Kediri. 

Masalah itu menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan hingga saat ini. Terkait mutasi yang dialaminya saat ini, Urip mengaku sesuatu yang wajar.

Baca Juga: Penerima Banmod dari Pemkot Kediri Kabur, Ini Konsekuensi yang Harus Ditanggung Keluarga

"Namanya anggota, anak buah, siap diperintahkan untuk ditugaskan dimanapun. Memang sudah kewajiban," tandasnya.

Sementara, Solichin, pejabat baru Kalapas Kelas II A Kediri berjanji akan melanjutkan program-program yang sudah berjalan.

Baca Juga: Sebanyak 235 Penerima Bantuan Modal dari Pemkot Kediri Menghilang, Sulit Ditemui di Rumahnya

Soal over capacity, dia mengaku akan berupaya memindahkan warga binaan tersebut khususnya yang memiliki hukuman tinggi.

"Kami tetap berkolaborasi dengan lapas-lapas di Jawa Timur maupun di luar Jawa TImur, termasuk di Nusakambangan. Pasti kami nanti ada kerjasamanya," ucap pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Rutan Kelas I Surakarta. 

Relokasi warga binaan bisa menjadi opsi untuk mengurangi jumlah warga binaan yang memiliki hukuman tinggi. Mengingat lokasi Lapas Kediri Kelas II A yang berada di pusat Kota Kediri dan persoalan over capacity.

Baca Juga: Komisi C DPRD Kota Kediri Bahas Polemik Pungutan Uang di Sekolah, Ini Hasilnya

Karenanya, dia berencana untuk berkoordinasi pemerintah kota dan kabupaten.

"Kami akan tindak lanjuti supaya program pembinaan di lapas Kediri bisa berjalan dengan baik," tandasnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

Editor : rekian
#lapas kelas ii a kediri #kediri #Urip Dharmayoga #kalapas #cikarang #nusakambangan