KEDIRI, JP Radar Kediri - Di tengah maraknya gadget, agaknya minat baca warga Kota Kediri masih tinggi.
Hal tersebut tergambar dari indeks kegemaran membaca warga Kota Kediri yang duduk di urutan kedua tertinggi di Jatim.
Capaian tersebut naik signifikan dibanding sebelumnya yang ada di urutan dua terbawah.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri Eko Lukmono Hadi mengatakan, indeks kegemaran membaca Kota Kediri tahun 2024 lalu sebesar 99,34. Adapun sebelumnya hanya di angka 51.
“Tingkat kegemaran membaca masyarakat Kota Kediri tidak seperti yang kita bayangkan. Bahwa orang sudah malas membaca, itu salah,” ujarnya terkait indeks hasil survei Perpustakaan Nasional tersebut.
Apa terobosan pemkot hingga indeks kegemaran membaca terkerek hampir separo? Menurutnya masyarakat kian gemar membaca setelah banyak ruang publik yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk membaca.
Komunitas pegiat literasi juga bisa berinteraksi di ruang terbuka tersebut.
“Salah satu parameternya indeks gemar membaca itu dari tingkat kunjungan di perpustakaan,” lanjut Eko tentang parameter lainnya.
Melihat fakta tersebut, dinas arsip berupaya memperbanyak ruang-ruang publik yang ramah untuk aktivitas membaca.
Seperti yang dilakukan kemarin, dinas arsip bersama Pj Wali Kota Kediri Zanariah meresmikan Pojok Baca Digital di Hutan Joyoboyo.
“Kami mengenalkan kepada masyarakat bahwa aktivitas membaca tidak harus di ruang tertutup,” terang Eko tentang pemanfaatan salah satu ruangan di Hutan Joyoboyo yang digunakan untuk Pojok Baca Digital tersebut.
Bangunan yang di dalamnya juga ada sumur PDAM peninggalan Belanda itu dinilai representatif untuk Pojok Baca.
Baca Juga: Dinkes Kabupaten Kediri Sebut Menu MBG Sudah Memenuhi Kebutuhan Gizi Anak
Apalagi, anak-anak bisa membaca di pelataran atas bangunan.
Terpisah, Pj Wali Kota Kediri Zanariah menyebut, dengan bantuan Pojok Baca Digital dari Perpusnas akan menambah akses masyarakat terhadap literasi.
PR pemerintah dan pihak terkait selanjutnya, menurut Zanariah adalah berkolaborasi dan mengajak semakin banyak masyarakat gemar membaca.
“Kalau membaca di taman itu nggak capek. Bisa sambil jalan-jalan,” katanya, ditemui saat meresmikan Pojok Baca Digital di Hutan Joyoboyo kemarin.
Zanariah mengajak masyrakat ikut menjaga sarana Pojok Baca Digital tersebut. Sehingga, kondisinya tidak terbengkalai.
Dia pun mengajak setiap sekolah hingga komunitas untuk memanfaatkan fasilitas tersebut.
“Agar tidak nganggur aset ini karena banyak manfaatnya. Menghindarkan anak-anak dari kegiatan yang kurang positif,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah