Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tenyata Ini Penyebab Makan Bergizi Gratis di Pare Kediri Belum Bisa Dimulai

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 16 Januari 2025 | 16:22 WIB
LAHAP: Siswa SLB Biasa (SLB) Pelita Hati di Dusun Ringinsari, Desa Padangan, Kayenkidul mengonsumsi menu makan gratis. Khusus untuk Kecamatan Pare harus menunggu penyelesaian dapur yang masih tahap fi
LAHAP: Siswa SLB Biasa (SLB) Pelita Hati di Dusun Ringinsari, Desa Padangan, Kayenkidul mengonsumsi menu makan gratis. Khusus untuk Kecamatan Pare harus menunggu penyelesaian dapur yang masih tahap fi

KEDIRI, JP Radar Kediri- Jika program makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Kayenkidul sudah berjalan, program serupa di Kecamatan Pare agaknya masih harus menunggu lebih lama.

Pasalnya, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pare di Ponpes Tahfidzil Quran Sirojul Ulum belum selesai. Bangunan milik Yayasan Pendidikan Islam Sunan Ampel Al Muhsini itu masih tahap finishing.

Pantauan koran ini, kemarin masih ada sejumlah pekerja yang memasang kusen pintu dan jendela bangunan.

Beberapa tukang lainnya juga masih menyelesaikan plester tembok batako. Ada pula yang memasang tempat engsel pintu di tembok.

Meski bangunan masih dalam tahap finishing, Kepala SPPG Semanding, Tretek, Pare Alannadya Adila menyebut persiapan dapur sudah hampir rampung.

“Sejauh ini masih terkait persiapan dapur,” katanya tentang persiapan lain yang masih harus dicukupi di SPPG Semanding, Tertek, Pare.

Kapan MBG di Kecamatan Pare bisa dimulai? Perempuan yang akrab disapa Adila itu belum bisa menyebutkan waktu secara pasti. Dia mengaku masih harus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kami sudah berkoordinasi dengan forkopimcam juga terkait kendala kami. Untuk tanggal beroperasi masih kami koordinasikan ke BGN,” tulis Adila lewat WhatsApp.

Terpisah, Komandan Koramil (Danramil) 0809/11 Pare Kapten Chb Tommy Wibisono mengungkapkan, di Pare akan ada dua dapur MBG.

Selain di Desa Tertek, ada satu dapur lagi di Jl Lawu, Kelurahan/Kecamatan Pare. Dua dapur tersebut menurut Tommy masih dalam tahap penyelesaian dan administrasinya.

“Untuk bangunan memang belum selesai, masih berproses,” terangnya sembari menyebut koramil terus memantau progres proyek.

Untuk diketahui, selain terkendala bangunan yang belum selesai, ada pula kendala pendataan terkait siswa penerima paket MBG di Pare. Terutama siswa baru yang belum memiliki nomor induk siswa nasional (NISN).

Baca Juga: DKPP Kabupaten Kediri Imbau Peternak Lakukan Respons Cepat Pelaporan PMK

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin membenarkannya.

Meski demikian menurut Muhsin sudah ada solusi untuk siswa yang belum punya NISN. Yakni, mereka bisa menggunakan nomor induk kependudukan (NIK).

“Sudah proses. Penyelesaiannya (input NIK, Red) oleh sekolah. Jadi dari aspek data sudah tidak ada masalah,” jelas Muhsin.

Dengan penggunaan NIK tersebut, Muhsin memastikan siswa yang belum memiliki NISN tetap bisa mendapat paket MBG kelak.

“Data dari sekolah sudah dikirim ke SPPG. Terkait SOP MBG tentu teman-teman yang berkompeten. Semoga secepatnya bisa dilaksanakan,” harap Muhsin.

Seperti diberitakan, di Kecamatan Pare sedikitnya ada 13.560 siswa yang dijadwalkan menerima paket MBG. Mereka berasal dari 28 sekolah berbagai jenjang di Pare.

Sebelumnya, sejak Senin (13/1) ada 3.101 siswa di Kecamatan Kayenkidul yang mendapat paket makan gratis. Mereka berasal dari 26 sekolah dari berbagai jenjang di sana. 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Mbg #radar kediri #persiapan dapur #SPPG #penyebab #jawapos #Yayasan