KEDIRI, JP Radar Kediri- Ribuan siswa berbagai jenjang di Kecamatan Pare urung merasakan paket makan bergizi gratis (MBG) kemarin. Kondisi dapur yang belum siap membuat program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu baru bisa dilaksanakan di Kecamatan Kayenkidul.
Pantauan koran ini di SDN Bangsongan 1, Kayenkidul, menu MBG mulai didistribusikan sekitar pukul 07.00.
Begitu kotak makan berwarna hijau dengan tutup kuning itu dibagikan, para siswa langsung semringah.
Satu paket makanan yang terdiri dari nasi, oseng baby corn atau putren dengan wortel, serta ayam kecap, dengan buah semangka itu langsung disantap serentak setelah mereka diminta berdoa.
Saat ditanya pendapatnya tentang makan gratis perdana kemarin, anak-anak mengaku menyukainya.
Hanya ada beberapa anak yang mengeluhkan nasinya terlalu banyak. Sebaliknya, lauk dan sayurnya dianggap sedikit.
"Nasinya terlalu banyak. Lauknya enak tapi kurang banyak. Jadi nasinya nggak habis," aku Irham Toriq Al Kautsar, 11, salah satu siswa SDN Bangsongan 1 dengan jujur.
Lebih jauh Irham mengaku senang karena mendapat makan gratis. Sebab, dia bisa menabung uang saku dari orang tuanya.
“Sudah kenyang, jadi nggak pingin jajan lagi,” lanjutnya.
Tak hanya Irham, siswa lain juga mengeluhkan tentang jumlah nasi yang terlalu banyak. Demikian pula lauknya yang dianggap terlalu sedikit.
Di sisi lain, mereka meminta guru membagikan menu makan gratis tidak di pagi hari. Sebab, tidak sedikit siswa yang sudah sarapan dari rumah.
“Ini nggak habis karena tadi sudah sarapan. Harusnya dibagikan agak siang,” ungkap Kanaya Aqila As Haifa, 11, siswa SDN Bangsongan 1 lainnya.
Seperti halnya Irham, Kanaya juga senang mendapat makan gratis. Sebab, orang tuanya tidak perlu lagi memberi uang saku.
Untuk diketahui, meski menu makan gratis sudah dilengkapi dengan lauk dan buah, namun belum ada susu seperti yang diberikan saat uji coba September 2024 lalu.
Yordaneo Bagas Kristian, siswa kelas VIII SMPN 1 Kayenkidul pun berharap ke depan siswa bisa mendapat susu.
“Susu ya perlu diberikan karena (ada kandungan, Red) kalsium,” terang pemuda asal Desa Sukoharjo, Kayenkidul itu sembari menyebut porsi dan rasa makanan perdana kemarin dinilai enak dan cocok di lidahnya.
Sementara itu, pembagian makan gratis perdana kemarin dipantau oleh Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa dan Komandan Kodim 0809 Kediri Letkol Inf Ragil Jaka Utama. Dewi mengaku lega karena secara umum siswa antusias menerima paket makan gratis.
"Memang di SMP Negeri 1 Kayenkidul banyak siswa yang kurang mampu. Jadi program ini sangat bermanfaat dan sangat tepat sasaran diberikan di SMPN 1 Kayenkidul,” papar Dewi senang melihat anak-anak antusias menerima paket makanan untuk sarapan.
Terkait belum adanya susu dalam paket makanan kemarin, menurut Dewi karena distribusi di Kecamatan Kayenkidul masih merupakan pilot project. Ke depan akan ada sejumlah evaluasi untuk perbaikan.
“Yang kurang memang susu tapi dengan harga Rp 10 ribu saya rasa sudah sesuai. Nanti pasti ada evaluasi lagi,” urainya.
Komandan Kodim 0809 Kediri Letkol Inf Ragil Jaka Utama menambahkan, sedianya kemarin memang dilakukan distribusi makan gratis di Kecamatan Pare dan Kayenkidul.
Namun, untuk Kecamatan Pare belum bisa dilakukan karena dapur di sana masih dalam tahap finishing.
“Beberapa peralatannya juga masih kurang,” jelas Ragil sembari menyebut data siswa penerima paket MBG juga belum klir karena masih ada siswa yang belum memiliki nomor induk siswa nasional (NISN).
Ragil berharap, dapur yang berlokasi di Dusun Semanding, Desa Tertek, Pare serta di Jl Lawu, Kelurahan/Kecamatan Pare itu bisa segera beroperasi dalam waktu dekat. Terutama, setelah sejumlah administrasi yang dianggap kurang bisa segera dipenuhi.
Ditanya tentang belum adanya susu di paket MBG kemarin, menurut Ragil susu boleh diganti yang setara dengan protein.
Baca Juga: Tiga Dewan dari PKS Kabupaten Kediri Buka Keran Kerjasama dengan JP Radar Kediri
"Pengganti susu proteinnya tadi (13/1) ayam teriyaki, ada tahu, ada sayur-sayuran, ada semangka," tandasnya
Perwira dengan pangkat dua tanjung di pundak itu menegaskan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah melaporkan daftar menu ke Badan Gizi Nasional (BGN). Hasilnya, menu dianggap sudah sesuai.
“Di-approve dan akhirnya bisa terlaksana hari ini,” imbuhnya.
Koordinator SPPG Kediri Ahmad Gunawan menyebut, belum adanya susu dalam MBG di Kayenkidul kemarin akan dievaluasi.
Untuk mendapat susu dengan harga yang lebih terjangkau, mereka akan berupaya membeli susu ke peternak.
"Untuk susu ada arahan dari atasan agar membeli susu ke peternak. Ke depan seperti itu. Susu murni juga lebih sehat," urainya sembari menyebut dengan belum adanya susu diganti dengan lauk dan sayur yang penuh protein. Seperti ayam, tahu, dan jagung.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah