KABUPATEN, JP Radar Kediri- Peternak sapi di Kabupaten Kediri patut waspada. Terutama mereka yang kerap mendatangkan sapi dari luar wilayah Kediri. Sebab, kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Kediri mulai bertambah. Selama dua bulan terakhir, ada 22 kasus PMK di Bumi Panjalu.
Dari puluhan kasus PMK yang menyerang sapi di Kabupaten Kediri itu, sudah ada tiga sapi yang mati akibat aphthovirus. Menurut Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri drh Tutik Purwaningsih melalui Kabid Kesehatan Hewan & Kesmavet drh Yhuni Ismhawati, temuan kasus sapi yang mati akibat PMK tersebar di dua kecamatan.
Lokasi kecamatan berdekatan yakni di Wates dan Ngancar. “Di Desa Joho, Kecamatan Wates ada dua ekor (yang mati, Red) dan Desa Bedali, Kecamatan Ngancar satu ekor,” aku Yhuni.
Dari hasil penelusuran petugas, ada beberapa penyebab sapi tertular aphthovirus hingga menyebabkan kematian. Penyebabnya, bisa karena sapi tidak divaksin. Hewan yang tidak divaksin membuat kekebalan tubuhnya menjadi lemah.
Penyebab lainnya, sapi hanya divaksin satu kali pada 2022. “Kemudian tertular sapi baru yang tidak diketahui status vaksinnya,” jelasnya.
Bertambahnya temuan kasus PMK di Kabupaten Kediri itu membuat DKPP harus cepat mewaspadai penularan ke peternak lainnya. Diperkirakan jumlah kasusnya akan semakin meningkat. Salah satu faktornya karena kekebalan tubuh sapi akan menurun pada apalagi saat musim pancaroba ini.
Situasi itu membuat kondisi sapi akan mudah tertular penyakit. Tidak hanya PMK saja namun penyakit lainnya. Dia mengimbau masyarakat aga tetap waspada penyebaran PMK ini. Untuk mencegah penularan, dia meminta peternak sapi bisa menjaga kebersihan kandang. Termasuk menjaga sterilitas saat lalu lintas.
“Untuk meningkatkan biosecurity dan biosafety seperti meningkatkan penyemprotan desinfektan, membatasi lalu lintas ternak dan orang yang masuk kandang. Meningkatkan imunitas ternak dengan pemberian vitamin ataupun jamu seperti temulawak kunyit dll. Pemberian pakan juga diperhatikan,” terangnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Gambyok Mulyono yang wilayahnya sempat terkena PMK beberapa tahun lalu memastikan kondisi ternak di desanya masih aman. “Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada laporan dari warga yang sapinya mati mendadak,” akunya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah