Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Honor KPPS di Salah Satu Kelurahan di Kota Kediri Ini Tersendat Empat Hari

Redaksi Radar Kediri • Senin, 2 Desember 2024 | 18:30 WIB
Ilustrasi Anggota KPPS
Ilustrasi Anggota KPPS

KEDIRI, JP Radar Kediri – Rekapitulasi suara di tingkat tempat pemungutan suara (TPS) selesai pada Rabu (27/11) malam. Namun, setelah keringat mereka kering selama beberapa hari, hak berupa honor milik Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Dermo, Mojoroto belum dicairkan.

Pihak Komisi Pemilihan Umum terpaksa menalangi karena EL, bendahara sekretariat KPPS Dermo tidak bisa dihubungi beberapa hari dan baru mengembalikan uang kemarin.

Untuk diketahui, KPPS Dermo bergejolak sejak Jumat (29/11) lalu. Hal tersebut terjadi saat Ketua KPPS Kelurahan Dermo Agra Anggakara dan anggota PPS lainnya berusaha menghubungi Bendahara Sekretariat KPPS Dermo EL. Sebab, dia yang membawa uang total Rp 51 juta, honor seluruh KPPS.

Namun, hingga Jumat malam ternyata EL tetap tidak bisa dihubungi. Padahal, Agra ingin segera mendistribusikan honor kepada petugas di TPS.

“Saya datangi ke rumahnya sampai tiga kali,” aku Agra sembari menyebut EL tidak ada di rumahnya.

Hingga Sabtu (30/11) malam lalu, EL tetap belum bisa dihubungi dan belum bisa ditemui. Karenanya, Sabtu malam lalu Agra mengumpulkan semua anggota KPPS dan linmas di Kelurahan Dermo. Total ada 49 anggota KPPS dan 14 anggota linmas di Balai Kelurahan Dermo.

Masalah tersebut akhirnya dilaporkan ke panitia pemungutan suara (PPS) dan panitia pemilihan kecamatan (PPK). Selanjutnya, masalah belum cairnya honor itu juga masuk ke KPU.

“Sabtu malam semuanya berkumpul sampai dini hari. Jadi untuk honor ditalangi terlebih dahulu (oleh KPU, Red),” lanjut Agra tentang solusi yang disepakati dini hari kemarin.

Setelah honor KPPS ditalangi oleh KPU, Agra dan anggotanya melanjutkan pencarian terhadap EL. Mereka mencari EL di rumah orang tuanya di PUncu. Namun, dia juga tidak terlihat di sana. “Kalau sampai hari Senin tidak ada kabar, kami berniat untuk lapor (polisi, Red),” tandas Agra.

Namun, langkah hukum itu tidak jadi dilakukan. Sebab, kemarin siang EL menghubungi PPS Dermo. Dia mengaku akan mengembalikan uang Rp 51 juta yang dibawanya. “Sudah selesai. Untuk uang talangannya akan diserahkan oleh pihak kelurahan (ke KPU, Red) besok (hari ini, Red),” jelas Agra.

Pantauan koran ini, EL berada di Kelurahan Dermo sekitar pukul 14.00 kemarin. Ditemani istrinya, EL baru saja menyerahkan uang Rp 51 juta yang dibawanya sejak Kamis (28/11) lalu.

Saat ditanya tentang polemik honor KPPS, dia enggan memberikan penjelasan. Pria yang kemarin memakai kemeja biru itu langsung meninggalkan kantor kelurahan bersama istrinya. “Sudah clear,” tandas EL.

Sumber koran ini menyebut, uang Rp 51 juta yang merupakan honor KPPS itu diduga digunakan untuk judi online. “Dia memang sudah aktif judi online. Sempat jadi bidikan (polisi, Red),” aku sumber koran ini.

Terpisah, Ketua KPU Kota Kediri Reza Cristian menyatakan, permasalahan honor KPPS Dermo sudah diselesaikan pihak kelurahan dan kecamatan. Dia memastikan bahwa seluruh honor sudah didistribusikan ke KPPS.

“Untuk pilkada tahun depan saya harap sekretariat PPK atau PPS bisa memberikan honor secara tepat waktu dan dan sesuai, tidak ada pengurangan,” tandasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri #pilkada #kpu #pemilu #kpps #kota kediri