KEDIRI, JP Radar Kediri - Pasar tradisional tidak selalu identik dengan bau tidak sedap dan kumuh. Pasar Wates yang baru saja dipercantik dengan dibangun drainase dan penambahan bangku serta lampu estetik di bagian depan pasar, semakin menegaskan identitasnya sebagai pasar tematik budaya dan wisata.
Beroperasi sejak Maret lalu, Pasar Wates yang bangunanya berkonsep budaya dan wisata itu dipercantik lagi tahun ini. Pemkab memperbaiki drainase di bagian depan pasar.
Selanjutnya, pedestrian di Jl Raya Kediri-Blitar itu juga disulap menjadi estetik dengan kehadiran bangku dan lampu-lampu taman.
Berbeda dengan pasar tradisional lain yang siang hari sudah sepi, aktivitas perdagangan di Pasar Wates terus bergulir sejak pukul 02.00 dini hari hingga malam hari.
Jika dini hari para pedagang melayani pembeli grosir atau penjual keliling, sejak pukul 06.00 pedagang ganti melayani pembeli eceran atau rumahan hingga siang.
Selanjutnya, pada sore hari ratusan lapak pedagang di sana tutup. Sebagai gantinya, di bagian depan pasar diisi gerobak pedagang aneka makanan dan kue-kue. Di sisi selatan pasar juga diisi penyedia sarana playground untuk bermain anak-anak.
“Pembangunan drainase Pasar Wates sudah selesai, tapi masih ada PR untuk perbaikan drainase di bagian dalam pasar agar tidak ada genangan sama sekali. Harus bisa jadi pasar yang kering dan higienis,” kata Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.
Pria yang akrab disapa Mas Dhito itu berharap Pasar Wates bisa menjadi percontohan untuk konsep pasar tradisional. Tahun 2025 nanti Pemkab Kediri akan membangun Pasar Ngadiluwih dengan konsep yang sama. Yakni, pasar tematik budaya dan wisata.
“Dalam setahun harus sudah selesai untuk Pasar Ngadiluwih,” lanjut suami Eriani Annisa itu.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengatakan, dengan selesainya pembangunan pedestrian lengkap dengan lampu dan bangku estetik itu, fisik pasar sudah sesuai dengna konsep awal. “Ya seperti ini pasar tematik budaya dan wisata itu,” ungkap Tutik.
Keberadaan bangku di pedestrian menurut Tutik tidak hanya jadi tempat masyarakat untuk berwisata pada sore dan malam hari.
“Pagi hari bangku di depan itu juga bisa untuk bapak-bapak yang menunggu istrinya belanja di pasar,” beber Tutik senang karena pedestrian di sana disambut antusias oleh masyarakat.
*Ajak Pedagang Jaga Kebersihan dan Rawat Bangunan*
Pekerjaan rumah (PR) Pemkab Kediri di Pasar Wates tidak hanya memastikan pasar di lereng Gunung Kelud itu tetap menjadi pusat jual beli masyarakat. Melainkan juga harus menjaga kebersihan dan kelestarian bangunan.
Demi mewujudkan hal tersebut, dinas perdagangan akan melibatkan pedagang secara aktif.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengatakan, pihaknya menerapkan konsep zonasi di Pasar Wates. Dagangan ditata sesuai jenisnya. Lapak pedagang juga dicat warna-warni agar terlihat lebih rapi.
Setelah lapak pedagang tutup, mereka harus menata dengan menutupi dagangan menggunakan penutup yang bersih. Selanjutnya, pedagang juga diajak menjaga kebersihan pasar agar tidak kumuh dan bau.
Baca Juga: Dalam Satu Jam, KPU dan Bawaslu di Kediri Raya Angkut sampai Tiga Truk Banner Kampanye Pilkada
“Itu yang harus dipertahankan ke depan. Termasuk ketertiban di bagian depan pasar agar tidak ada kendaraan yang parkir semrawut di sana,” kata Tutik.
Agar pedagang bisa tertib, Tutik menyebut pihaknya akan menerapkan reward and punishment. “Ada CCTV (closed circuit television, Red) untuk pengawasan. Yang tertib nanti kami beri reward berkala. Yang bandel ya di-punishment. Bentuknya bisa pencabutan izin,” lanjutnya.
Dengan kondisi pasar yang bersih dan rapi, menurut Tutik masyarakat akan antusias berbelanja di pasar. Karenanya, pedagang akan diajak untuk mempertahankan kondisi tersebut.
“Pasar Wates ini jadi percontohan. Kebanggaan pedagang. Jadi harus dijaga bersama-sama,” paparnya sembari menyebut disdag sudah memindah tempat pembuangan sampah sementara (TPSS) ke tempat penampungan semenetara di belakang, agar pasar tidak bau dan lebih rapi lagi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah