KEDIRI, JP Radar Kediri - Program Desa Inovasi Tani Organik (DITO) tidak hanya fokus pada peningkatan kesuburan tanah dengan penggunaan pupuk organik.
Melainkan, dalam pelaksanaannya selama lebih dari tiga tahun terakhir berhasil mendorong munculnya sejumlah usaha baru yang meningkatkan kesejahteraan petani.
Plt Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri Anang Widodo mencontohkan beras organik para petani Kediri yang sudah memiliki izin edar produk dari Kementerian Pertanian (Kementan) sekarang sudah dipasarkan secara luas.
“Bahkan mereka sudah melebarkan sayap dengan menjalin kerja sama untuk memasarkan hingga ke berbagai daerah di Indonesia,” kata Anang.
Misalnya, petani yang bekerja sama dengan PT Momenta Agrikultura dan memasarkan produk ke Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Ada pula yang menjalin kerja sama dengan KFC melalui PT Swasembada.
“Kami mendorong program ini berlanjut untuk memperkuat ketahanan pangan dan agar petani semakin sejahtera,” lanjut Anang.
Baca Juga: Digagas Pemkab Kediri sejak 2021, Program Desa Inovasi Tani Organik (DITO) Mampu Menjawab Tantangan Pertanian Masa Depan
Bukti keberhasilan lain program DITO menurut Anang adalah dengan terbentuknya kelompok usaha bersama (KUB) oleh petani organik klaster utara.
Yaitu, KUB Petani Organik Panjalu Purwoasri pada September 2023 lalu.
KUB Petani Organik Panjalu ini menggunakan sistem saham atau andil masing-masing petani organik sebagai modal usaha. Dari sana terkumpul modal Rp 106 juta untuk modal awal pemasaran beras organik.
“Dalam satu tahun berjalan, KUB ini mampu memberi SHU (sisa hasil usaha, Red) kepada anggota sebesar 75 persen dari jumlah andil (modal) yang diserahkan anggota,” terang Anang.
Hal tersebut menurut Anang menunjukkan kesuksesan KUB yang sekaligus jadi representasi keberhasilan program DITO.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari manajemen kelembagaan yang bagus serta pendampingan dari dispertabun yang memang masih terus dilakukan,” paparnya.
Baca Juga: Vinanda-Gus Qowim Perbanyak Ruang Terbuka Hijau di Kota Kediri dengan Mengoptimalkan Taman Literasi
Strategi penataan pada sektor hilirisasi pertanian melalui pendekatan market oriented, diakui Anang menjadi motivasi petani untuk bisa menyuplai permintaan konsumen.
Dalam perjalanannya, terbentuk sejumlah unit usaha baru KUB.
Di antaranya, unit usaha perbenihan organik, unit usaha modernisasi drone, unit usaha lumbung organik, unit usaha pabrik POC mini, unit usaha mekanisasi pertanian organik mulai combine harverter, transplanter, serta traktor.
Hingga unit usaha super bokasi, unit usaia microbakter MA11, dan unit usaha PPAH agensi hayati.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah