KEDIRI, JP Radar Kediri-Sepuluh hari pascapembukaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), beberapa proyek fisik terus dikebut.
Mulai dari perbaikan musala, rumah tidak layak huni (rutilahu), hingga pembangunan trase jalan pengembangan Selingkar Wilis di Desa Pagung, Semen.
Hingga kemarin, proyek-proyek fisik itu mencapai progres yang beragam.
Komandan Kodim 0809 Letkol Inf Aris Setiawan mengatakan, seluruh kegiatan, baik fisik maupun nonfisik ditargetkan rampung pada 30 Oktober mendatang.
Beberapa proyek pun sudah menunjukkan progres yang signifikan.
“Jalan tinggal sedikit, mungkin bisa dibilang 80 persen. Kalau rumah rata-rata di angka 40-50 persen,” ungkap Aris.
Untuk akses jalan yang dibangun melalui kegiatan TMMD tahun ini terbilang strategis. Sebab, jalan itu merupakan trase jalan pengembangan Selingkar Wilis untuk enam wilayah.
Yakni, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Ponorogo, Madiun, dan Kediri (Tunggal Rogo Mandiri).
“Kami ingin jalan ini bisa menjadi jalan penghubung yang sebelumnya kondisi jalannya parah, kita perbaiki,” beber Aris berharap seluruh sasaran program bisa terselesaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain membangun jalan, TMMD tahun ini juga menyasar perbaikan satu unit musala yang sebelumnya dalam kondisi kurang layak. Pun dengan pengeboran sumur baru sebanyak lima titik di Kecamatan Semen.
Sementara itu, sedikitnya ada 20 unit rutilahu yang juga menjadi sasaran proyek fisik TMMD 2024. Rehab rumah pun beragam, mulai dari lantai, dinding, hingga atap.
“Ada yang rumahnya gedek, kami robohkan semua. Ada yang atapnya saja (yang tidak layak, Red) akhirnya atapnya kita perbaiki, kita hancurkan,” bebernya sembari menyebut masing-masing rehab rutilahu dianggarkan Rp 25 juta per unit.
Sebagaimana prinsipnya memperkuat kemanunggalan TNI dengan masyarakat, TMMD dilaksanakan dengan melibatkan unsur-unsur masyarakat.
Aris pun menyoroti masyarakat yang antusias menyambut program tersebut.
“Antusias warga masyarakat luar biasa. Mereka dengan sukarela ikut bantu tenaga. Ada dukungan sukarela juga bantu bahan material seperti semen dan batu bata,” urai perwira asal Blora, Jawa Tengah itu.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, pengerjaan proyek fisik hingga kemarin masih berlangsung.
Seperti di rumah milik Fauzi, 38, salah satu warga yang rumahnya direhab melalui TMMD 2024. Sebelumnya, kondisi rumah Fauzi terbilang sangat sederhana.
“Sebelumnya ya hanya dari bambu (dindingnya, Red). Atapnya pakai asbes ini,” ujarnya senang mendapat bantuan dari TMMD.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah