Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Melihat Suasan PN Kota Kediri ketika Berlangsung Cuti Massal Para Hakim di Indonesia

Ayu Ismawati • Kamis, 10 Oktober 2024 | 17:32 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri-Kursi-kursi panjang di depan ruang-ruang sidang Pengadilan Negeri Kota Kediri kosong. Tak ada satu orang pun yang menduduki.

Beda dengan biasanya, ketika bangku tersebut jadi tempat menunggu pengunjung. Entah mereka tengah menjalani persidangan. Atau sekadar menyaksikan.

Hari itu, Selasa (8/10), tak ada jadwal persidangan. Tempat sidang umum yang jumlahnya dua ruangan pintunya tertutup. Demikian halnya dengan satu ruang sidang inklusi.

Justru yang terdengar adalah geliat suara proses belajar-mengajar. Yang terdengar lamat-lamat, berasal dari sekolah dasar di dekat pengadilan.

Tiga sekolah dasar negeri memang tak jauh dari tempat ini. Yaitu SDN Mojoroto 1,3, dan 6.

“Hari ini (persidangan) sepertinya kosong. Tapi kemarin (7/10) ada satu sidang,” ujar Kama Hermawan. Pria ini sehari-hari adalah petugas keamanan pengadilan.

Bukan tanpa sebab suasana PN Kota Kediri sepi seperti itu. Ini adalah imbas aksi cuti massal para hakim. Yang merupakan bentuk gerakan Solidaritas Hakim Indonesia.

Salah satu bentuknya dengan mengosongkan jadwal sidang di semua pengadilan. Termasuk di PN Kota Kediri.

Di tempat ini beberapa hari libur sidang. Tepatnya mulai 7 hingga 11 Oktober. Bila ada jadwal, ditunda setelahnya. Tapi, itu untuk perkara yang bisa ditunda.

Kasus yang tak bisa digeser harinya, tetap berlangsung seperti biasa. Karena itulah, bila dalam sehari ada 30-an kasus yang disidangkan, hari-hari ini hanya satu atau dua. Bahkan, ada yang tidak sama sekali.

Meskipun demikian, tak ada pengunjung yang kecele. Sebab, sudah diberitahukan sebelumnya.

“Setahu saya langsung ada pemberitahuan di sidang sebelumnya. Jadi sepertinya nggak ada yang kecele datang ke pengadilan,” sambungnya.

Akibat kosongnya sidang dalam beberapa hari, udara di kawasan gedung yang menjadi cagar budaya itu terasa lebih dingin. Menjadi lebih segar dibanding biasanya.

Tapi, sedikit berbeda dengan ruang pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), yang ada di bagian depan. Layanan tetap berlangsung seperti biasa.

Sebab, yang diistirahatkan adalah pelaksanaan sidang. Sedangkan hakim dan pegawai tetap masuk seperti biasa.

“Pada prinsipnya pelayanan hukum di PN Kediri berjalan normal. Yang kelihatan sepi hanya pengunjung sidang karena seluruh proses persidangan terjadwal ditunda sampai minggu depan,” ujar Ketua Pengadilan Negeri Kediri Khairul.

Pelayanan kepada masyarakat pun menurutnya tetap menjadi hal utama. Dia menyebut beberapa layanan yang tetap berjalan. Seperti pendaftaran upaya hukum, surat kuasa, dan era terang.

“Dan proses penyitaan, penggeledahan, serta pelimpahan perkara dari penuntut umum tetap seperti biasa,” bebernya.

Dalam menentukan sikap, Khairul mengatakan seluruh hakim PN Kediri mendukung upaya-upaya para pengadil itu.

Khususnya dalam memperjuangkan hak kesejahteraan dan hak keamanan bagi para pengadil dalam menjalankan tugasnya. 

Baginya, negara dirasa belum hadir dalam menjamin keamanan bagi hakim. Atas tanggung jawab membuat keputusan atas nama negara, para pengadil ini tentu kerap bersinggungan dengan berbagai ancaman dan intervensi.

Belum tercapainya kesejahteraan dan jaminan keamanan bagi para pengadil itu tentu lebih buruk kondisinya di daerah-daerah terluar Indonesia.

Dengan ikut mengawal aksi tersebut, Khairul berharap profesi hakim yang mulia sudah sewajarnya diletakkan pada nilai kemuliaannya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #cuti #jawapos #hakim Indonesia #PN Kota Kediri #masal