Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ada Lokomotif Berusia Ratusan Tahun di Depan Stasiun Kediri

Ayu Ismawati • Jumat, 20 September 2024 | 17:55 WIB
IKON BARU: Pengunjung selfie di monumen lokomotif berusia ratusan tahun yang dipajang di depan Stasiun Kediri kemarin.
IKON BARU: Pengunjung selfie di monumen lokomotif berusia ratusan tahun yang dipajang di depan Stasiun Kediri kemarin.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Keberadaan lokomotif C1140 yang berusia 150 tahun jadi daya Tarik pengunjung Stasiun Kediri kemarin. Mereka ramai-ramai selfie setelah lokomotif yang diproduksi tahun 1891 resmi dipajang kemarin.

Pantauan koran ini, lokomotif seberat 33,6 ton itu sudah dipajang di depan Stasiun Kediri sejak beberapa hari lalu. Namun, sebelumnya lokomotif masih ditutup terpal.

Lokomotif uap yang mayoritas berwarna hitam dengan aksen warna merah dan kuning itu dipajang tepat di depan bangunan utama stasiun.

C1140 dinilai punya fungsi penting dalam sejarah transformasi perkeretaapian di Jawa Timur, lebih dari seratus tahun lalu.

“Monumen lokomotif C1140 ini sebagai bagian dari penataan Stasiun Kediri,” kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo yang kemarin meresmikan monumen tersebut.

Keberadaan lokomotif tersebut menurut Didiek juga sebagai bentuk transformasi layanan. Moda transportasi kereta api di Kediri dirasa telah memberikan sumbangan yang cukup baik dalam kelangsungan perekonomian di daerah.

Dengan begitu, penataan stasiun menjadi salah satu upaya transformasi layanan tersebut.

“Bagaimana kami ingin memberikan layanan yang lebih nyaman, lebih manusiawi, dan berkonsep green sustainability,” tandasnya.

Lebih jauh Didiek menyebut, Lokomotif C1140 itu punya sejarah penting dalam perkembangan transportasi di Jawa Timur.

Lokomotif dengan kecepatan maksimum 50 km/jam itu merupakan salah satu seri dari lokomotif uap C11 yang pernah beroperasi di wilayah DAOP 7 Madiun.

Lokomotif itu didatangkan oleh Staatsspoorwegen (SS) dari Jerman antara tahun 1879 – 1891 untuk dioperasikan di kota-kota besar di wilayah Jawa Timur.

Pada masanya, lokomotif itu berperan dalam pengembangan ekonomi dan transportasi. Dari beberapa unit yang didatangkan di Indonesia saat itu, hanya tersisa satu unit dengan nomor seri C1140 yang kini dipajang di halaman Stasiun Kediri.

Sementara itu, keberadaan lokomotif C1140 kemarin langsung jadi ajang untuk swafoto atau selfie. Para Railfans tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengabadikan gambar setelah monument diresmikan.

Penjabat (Pj) Wali Kota Kediri Zanariah mengatakan, keberadaan monument lokomotif itu merupakan suatu kebanggaan bagi masyarakat Kota Kediri.

Sebab, Kota Kediri merupakan kota kedua setelah Madiun yang menjadi tujuan peletakan lokomotif uap dari PT KAI.

“Dan itu sejarahnya panjang, umurnya sudah 150 tahun. Kalau saya pribadi, kota kita dipilih itu sangat membanggakan. Sehingga itu bisa menjadi kebanggaan kita semua dan harus kita jaga,” paparnya.

Adanya lokomotif itu tidak hanya menarik dari sisi sejarahnya, melainkan dari nilai estetika stasiun yang juga bertambah.

Zanariah menyebut, lokomotif itu bisa menjadi salah satu ikon wisata Kota Kediri.

“Kota Kediri di stasiunnya sudah ada objek Instagramable untuk berfoto, sebagai suatu ikon wisata kita,” tandasnya yang juga menyambut baik upaya penghijauan yang akan dilakukan di kawasan stasiun tersebut. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #lokomotif #stasiun kediri #kai #ikon wisata #monumen #jawa pos