KEDIRI, JP Radar Kediri- Peminat lowongan calon pegawai negeri sipil, baik di Kota maupun Kabupaten Kediri, benar-benar membeludak.
Jumlahnya berlipat-lipat dibanding banyaknya formasi yang disediakan.Namun, tidak semua formasi mendapatkan pelamar.
Masih ada beberapa yang hingga hari terakhir pengiriman berkas kemarin malam (10/9) yang tidak terisi.
Formasi yang tak ada peminatnya itu semua yang dibuka Pemkab Kediri. Yaitu dokter spesialis rehabilitasi medik, dokter spesialis pulmonologi dan kedokteran respirasi (paru), serta dokter spesialis kedokteran jiwa atau psikiatri.
“Nanti jika dirasa masih perlu (formasi yang lowong) bisa diusulkan kembali. Tentunya sesuai izin dari bupati. Dan masalah dibuka kembali atau tidak, itu kewenangan BKN,” jelas Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri Noor Rokhayati, melalui Kabid Pengadaan Informasi dan Fasilitas Profesi ASN Andri Sugiarto.
Di Kabupaten Kediri total terdapat 150 formasi yang dibuka oleh BKD. Sedangkan jumlah pelamarnya mencapai 4.258 orang.
“Jumlah itu hampir 30 kali lipatnya,” kata Andri.
Sebelumnya, masih menurut Andri, ada 4.602 orang yang membuat akun pendaftaran CPNS.
Namun yang melakukan submit di seleksi CPNS Kabupaten Kediri tidak seluruhnya. Sekitar 400 orang tidak melanjutkan pendaftaran.
“Bisa jadi hanya bikin akun saja tapi tidak jadi melamar. Atau mungkin melamar di daerah lain. Tidak memilih formasi di Kabupaten Kediri,” duganya.
Di Kota Kediri, jumlah pendaftarnya memang ‘hanya’ 551 orang. Namun, bila dibandingkan dengan lowongan yang disediakan jumlah itu berlipat-lipat dari kebutuhan. Sebab, Pemkot Kediri hanya membuka 26 formasi saja.
Dari lima ratusan pelamar itu, tidak semuanya menyelesaikan proses pendaftaran. “Yang sampai submit ada 501 pendaftar,” terang Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Kediri Un Achmad Nurdin.
Selanjutnya, menurut Un, prosesnya berlanjut pada verifikasi administrasi. Pengumumannya akan berlangsung 14 hingga 19 September.
Sementara, proses verifikasinya sudah berlangsung sejak kemarin. Hasilnya, sementara ini, 362 pendaftar dinyatakan memenuhi syarat (MS). Sedangkan 121 pendaftar dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).
“Tapi ini masih sementara. Sampai sekarang masih ada 18 yang belum diverifikasi,” ujar Un saat diwawancarai koran ini pukul 14.30 kemarin.
Lebih jauh, menurutnya, ada beberapa penyebab pendaftar dinyatakan TMS. Ketidaksesuaian kualifikasi pendidikanlah yang menurutnya paling banyak menjegal para pendaftar.
Selain itu, tak sedikit pula pendaftar yang dicoret karena kekeliruan di persyaratan lain. Dia mencontohkan, penulisan ‘kepada’ yang banyak ditemui keliru dari pendaftar.
Alih-alih ditujukan kepada Pemerintah Kota Kediri, justru oleh pendaftar ditulis dengan nama pemerintah daerah (pemda) lain.
“Kemungkinan apa copas (copy-paste, Red), ya. Padahal sudah ada format template-nya. Itu mungkin bagian daripada seleksi juga. Berarti mereka sudah terindikasi tidak teliti,” kelakarnya.
Hingga pendaftaran ditutup, menurutnya formasi CPNS Pemkot Kediri terisi seluruhnya.
Meski tidak dapat dipungkiri, terdapat beberapa formasi yang pendaftarnya jauh lebih sedikit dibanding formasi lainnya.
“Alhamdulillah semua terisi. Termasuk formasi dokter-dokter spesialis yang terkadang nggak ada pendaftarnya, sekarang semua merata ada yang submit,” bebernya.
Sebelumnya, formasi dokter—khususnya dokter spesialis—rawan tidak mendapat pendaftar.
Sebagaimana saat rekrutmen CPNS sebelumnya, ada belasan formasi dokter pernah kosong tanpa pendaftar.
Baca Juga: Pemkot Kediri Gelontor Rp 850 Juta untuk Perbaikan Jalan PG Meritjan yang Ditarget Tuntas Tiga Bulan
Hari ini, rencananya tim seleksi CPNS Kota Kediri akan menggelar finalisasi. Progress verifikasi administrasi itu akan diplenokan dalam rapat oleh tim seleksi.
“Di situ (finalisasi, Red) akan dibahas tentang kesulitan verifikator. Terutama terkait keraguan-keraguan yang mungkin muncul selama verifikasi administrasi,” tandasnya sembari menyebut, kesulitan itu juga memungkinkan dikonsultasikan dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) jika belum bisa terjawab oleh tim seleksi di daerah.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah