Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Catatan Kantor Imigrasi agar Bandara Dhoho Kediri Lengkapi Sarana dan Prasarana

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 18 Agustus 2024 | 15:32 WIB

 

TUNGGU TERBANG: Pesawat milik maskapai penerbangan Citilink tengah terparkir di apron Bandara Dhoho Kediri.
TUNGGU TERBANG: Pesawat milik maskapai penerbangan Citilink tengah terparkir di apron Bandara Dhoho Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Pengelola Bandara Dhoho Kediri, sepertinya, harus menggenjot persiapan menjelang penerbangan umrah awal September nanti.

Sebab, pihak imigrasi masih memberi catatan. Bahwa ada beberapa sarana dan prasarana (sarpras) yang perlu dibenahi dan dilengkapi.

Catatan itu diberikan setelah pihak Imigrasi kembali melakukan peninjauan. Yaitu pada Kamis (15/8) lalu pihak Kantor Imigrasi Kelas II Non-Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) mendatangi bandara yang berlokasi di Kecamatan Grogol ini.

“(Ini) assesment kedua, tindak lanjut yang pertama,” kata Kasi Dokumen Perjalanan dan Izin Tinggal Keimigrasian Mas Djoko Ardyanto Wibowo.

Dari pemeriksaan itu, menurut Djoko, beberapa sarpras yang disyaratkan saat assesment pertama sudah terpenuhi. Walaupun sebagian lagi masih dalam proses.

Beberapa sarpras yang kurang itu di antaranya central prossesing unit (CPU) komputer untuk keimigrasian yang kurang. Juga, Q-line atau pembatas antrean juga masih dalam proses pemasangan.

Djoko menerangkan, pihak bandara juga kembali meminta masukan terkait sarpras yang perlu ditambahkan.

Pihak imigrasi pun kembali bersurat untuk meminta barang-barang yang diperlukan. Seperti uninterruptible power supply (UPS), finger print, dan kamera.

"Kalau kamera dan finger print ini hanya back up saja. Sebenarnya dari Dirjen Imigrasi sudah siap. Menyediakan, namun karena pihak bandara menawarkan, jadi sekalian saja. Bisa jadi opsional ketika pihak dirjen melakukan peninjauan," jelas Djoko.

Selain beberapa item kecil itu, ada beberapa catatan yang diberikan pihak imigrasi pada pengelola bandara. Yakni terkait ruang server yang digabung dengan panel listrik bandara.

Djoko mengatakan, seharusnya ruang server steril. Sementara jika ruang server terdapat panel listrik, bila terjadi permasalahan kelistrikan, area itu digunakan hilir-mudik teknisi listrik. Sehingga keamanan dan kesterilan ruang server tak terjamin.

"Pertimbangan terkait sterilitas area dan keamanan. Karena ketika ada evaluasi dari dirjen, hal itu tentu juga akan ditanyakan," terangnya.

Djoko berharap, beberapa kebitihan dan catatan yang diberikan pihaknya itu bisa tuntas di minggu ketiga.

Sementara itu, Widhi Mosakajaya Arradiko, kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri menambahkan, saat ini pihaknya juga menunggu surat penetapan izin penerbangan umrah di Bandara Dhoho dari Kementerian Perhubungan.

Jika sudah turun, tindak lanjut berikutnya berkirim surat ke Dirjen Imigrasi.

"Setelah itu akan ada peninjauan dan evaluasi dari dirjen," jelas laki-laki yang akrab disapa Wima ini.

Laki-laki asal Jakarta itu melanjutkan, untuk awal penerbangan umrah ini belum ada penambahan personel di Kantor Imigrasi.

Pasalnya sistem penerbangannya masih carter. Sehingga untuk kebutuhan personel juga tidak perlu banyak.

"Namun untuk jangka panjang tentu dibutuhkan. Dan kami akan lakukan penambahan personel," jelasnya.

Terpisah, Legal, Compliance, and Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura (AP) 1 Bandara Dhoho Donny A. Novanto mengatakan, surat penetapan dari kemenhub masih belum turun.

Pihaknya masih menunggu izin penerbangan umrah itu. Saat ini masih berproses di kemenhub.

Terkait sarpras uang diminta beberapa otoritas terkait, dia mengatakan masih dalam proses pemenuhan.

"Masih dalam proses, kami juga berkoordinasi dengan pihak SDhI untuk pemenuhannya. Semoga bisa segera terpenuhi dalam waktu dekat," dalihnya.

Seperti diberitakan, sebelumnya pihak biro umrah pencarter pesawat dari Jember sudah memastikan akan membuka penerbangan mulai 6 Oktober.

Kemudian berlanjut pada 3 November, 1 Desember, 2 Januari 2025, dan 2 Februari 2025.

Dalam penerbangan tersebut, rencananya Citilink akan menggunakan pesawat Airbus A330 berkapasitas 360 seat.

Penerbangan umrah via Bandara Dhoho akan dilakukan langsung Kediri-Jeddah.

Berikutnya, pencarter asal Jakarta juga akan melakukan penerbangan umrah. Jadwalnya lebih awal, dijadwalkan mulai 3 September. Untuk jadwalnya lima hari sekali.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kediri #bandara kediri #penerbangan umrah #bandara dhoho #kantor imigrasi #bandara internasional #jawa pos