KEDIRI, JP Radar Kediri- Warga terdampak pencemaran minyak di Kelurahan Tempurejo, Pesantren agaknya bisa tersenyum lega.
Kemarin (14/8), Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri melakukan pengeboran sumur di lokasi terdampak.
Pengeboran sumur itu membutuhkan waktu sekitar tiga jam. Dalam sehari, petugas yang mengebor hanya dapat menyelesaikan satu sumur saja.
Kedalamannya mencapai 18 meter. Meski sudah ada satu yang selesai di bor, warga belum diperbolehkan untuk mengonsumsinya.
Hal itu disampaikan Semi, warga terdampak yang rumahnya paling dekat dengan lokasi SPBU Pertamina 5464135.
“Katanya masih harus dilab (uji laboratorium) dulu. Baru nanti dilihat bisa dikonsumsi apa tidak,” ucapnya.
Berbeda dengan sumurnya yang dulu, kali ini, lebih dalam enam meter. Sebelumnya kedalaman sumur milik Semi hanya 12 meter.
Dan hingga kemarin, masih mengeluarkan bau. Sedangkan hasil pengeboran yang baru tadi sempat dicek dan hasilnya tidak ada lagi bau minyak.
Terpisah, Lurah Tempurejo Oryza Mahendrajaya mengatakan, pengeboran kemarin dimulai sekitar pukul 12.00.
Menurutnya, lokasi pengeboran dilakukan di titik yang sudah ditentukan tim dari DLHKP Kota Kediri.
Pengeboran kemarin merupakan tindak lanjut dari percobaan pengeboran di rumah Ahmad Satriyo. Dari air yang telah diujikan di laboratorium kesehatan daerah (labkesda) itu hasilnya ditetapkan bagus dan memenuhi baku mutu air untuk dikonsumsi.
Baca Juga: Pemkot Ajukan Pembatalan Putusan Sidang Arbitrase Kasus Proyek Alun-Alun Kota Kediri
“Kesepakatannya kemarin memang nantinya setiap rumah itu akan dibuatkan sumur bor baru,” ujarnya sembari menyebut, kedalaman sumur baru itu minimal 17 meter.
Sebelumnya diberitakan, warga terdampak bersama pihak manajemen SPBU dan DLHKP Kota Kediri sepakat untuk membuat sumur baru.
Total ada 14 sumur baru yang akan dibuat untuk menggantikan sumur lama yang tercemar minyak.
Kepala DLHKP Kota Kediri Imam Muttakin melalui Kabid Penataan dan Penaatan Lingkungan Hidup Aris Mahmudi mengatakan, air dari sumur bor yang tidak bisa langsung digunakan.
Melainkan pihaknya akan melakukan uji kualitas air terlebih dahulu. Setelah air dipastikan aman, baru boleh dikonsumsi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah