Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Warga Terdampak Pencemaran Minyak di Tempurejo Kota Kediri Akan Dipertemukan dengan Peneliti dari ITS

Ayu Ismawati • Jumat, 2 Agustus 2024 | 17:42 WIB

 

BERLANJUT: Mobil tangki air dari Dinas PUPR Kota Kediri menyalurkan air bersih ke warga terdampak pencemaran minyak.
BERLANJUT: Mobil tangki air dari Dinas PUPR Kota Kediri menyalurkan air bersih ke warga terdampak pencemaran minyak.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Kasus pencemaran minyak di Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren belum berakhir. Warga terdampak akan dipertemukan dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya hari ini setelah gagal pada Kamis (25/7) mendatang. 

Rencana pertemuan tersebut akan difasilitasi Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri. Salah satu agendanya adalah melakukan sosialisasi hasil uji laboratorium terbaru terhadap air sumur warga.

Untuk diketahui, total ada 14 sumur milik warga di selatan SPBU Tempurejo yang terdampak pencemaran minyak. Kepala DLHKP Kota Kediri Imam Muttakin membenarkan terkait perubahan rencana pertemuan dengan peneliti ITS tersebut. 

“Sepanjang belum disosialisasikan oleh ITS, kompensasi tetap jalan terus,” ujarnya. Termasuk menyalurkan bantuan air minum yang sebelumnya sempat berhenti sejak Jumat (19/7). Hingga saat ini, bantuan air minum kembali diberikan namun hanya untuk tiga kepala keluarga saja.

“Dari ITS menyampaikan, bahwa dari 14 sumur yang sudah mereka uji lab, itu 11 sumur sudah nol (kandungan total petroleum hydrocarbon atau minyak dalam air, Red). Dari bulan Mei kemarin. Tinggal tiga sumur yang masih ada kandungan TPH-nya,” bebernya sembari mengatakan jika hasil lab tersebut belum disampaikan secara resmi.

Menurutnya, sejak pemulihan air sumur dilakukan, tingkat pencemaran minyak dalam air terus berkurang. Terbukti dari kadar TPH dalam air yang sudah mencapai nol miligram per liter.

Terkait sisa sumur lainnya yang masih mengandung minyak, menurutnya pemulihan akan tetap dilakukan. “Treatment-nya juga akan sama seperti kemarin. Treatment-nya pakai dispersant,” tandasnya.

Dengan progress pemulihan itu, rencananya pengurangan bantuan akan dilakukan secara bertahap. Namun begitu, untuk kepastiannya tetap harus menunggu hasil sosialisasi dari tim ITS.

“Jadi tidak langsung semua ditarik kompensasinya. Tapi akan dilakukan secara bertahap. Entah mungkin air bersihnya dulu yang disudahi tapi air minumnya masih, atau yang seperti apa, nanti tunggu saja saat pertemuan,” beber Imam. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#dlhkp #pencemaran minyak #its #spbu #pencemaran air