KEDIRI, JP Radar Kediri-Penerbangan di Bandara Dhoho akan semakin ramai. Pasalnya, selain rute Kediri-Jakarta dan Kediri-Balikpapan, sedikitnya akan ada dua rute baru yang dibuka awal Agustus nanti.
Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.
Ditemui saat membuka event School Contest XVI di Convention Hall kemarin, pemimpin muda itu menyebut ada tiga rute baru yang akan dibuka awal Agustus di Bandara Dhoho. Yakni, Kediri-Denpasar, Kediri-Ujung Pandang, dan Kediri-Banjarbaru, Kalimantan Selatan, oleh maskapai Batik Air.
“Akan ada juga beberapa rute lainnya,” kata Dhito.
Lebih jauh Dhito mengatakan, penerbangan rute Kediri-Denpasar akan dimulai pada 1 Agustus. Kemudian, Kediri-Ujungpandang mulai 2 Agustus. Sedangkan rute Kediri-Banjarbaru atau Bandara Dhoho-Bandara Syamsudin Noor mulai dibuka pada 4 Agustus nanti.
Selain tiga rute baru tersebut, Batik Air juga akan melayani penerbangan Kediri-Jakarta via Bandara Soekarno Hatta mulai 1 Agustus. “Bandara Dhoho akan semakin ramai. Event-event baru di Kabupaten Kediri juga akan mendorong perkembangan bandara,” terang pria berusia 31 tahun itu.
Untuk diketahui, selain tiga rute penerbangan baru awal Agustus, rencananya juga akan ada penerbangan umrah oleh maskapai Lion Group yang akan dibuka pada Agustus atau September nanti. Tidak hanya itu, Citilink juga memastikan membuka penerbangan umrah Kediri-Jeddah Arab Saudi mulai 6 Oktober.
Beroperasinya penerbangan internasional itu membuat status kantor Imigrasi Kediri berubah. Jika sebelumnya status kantor Imigrasi Kediri Kelas II Non-tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI), ke depan akan menjadi kantor Imigrasi Kelas II TPI.
Terkait hal ini, Kasubsi Infokim Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri, Pandapotan Bertua Panahatan Hutagaol, mengatakan, dengan dibukanya pelayanan keimigrasian di bandara, status imigrasi akan berubah.
“Kita statusnya non-TPI, kalau bandara internasional maka harus menjadi TPI,” ungkap Dapot.
Dengan perubahan tersebut, menurutnya imigrasi juga mulai melakukan persiapan. Di antaranya terkait penambahan sumber daya manusia (SDM) serta sarana dan prasarana.
Imigrasi Kediri menurut Dapot juga sudah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM). “Sudah ada asesmen ini dan itu terkait apa yang kita butuhkan. Kalau memang ini difungsikan internasional, maka kita harus berubah,” terangnya.
Dapot menegaskan, pihaknya hanya berwenang melapor ke pusat terkait kebutuhan personel dan sarpras. Adapun terkait pemenuhannya tergantung Dirjen Imigrasi. “Pengadaaan server dan peralatan terpusat. Termasuk bagaimana penerimaan pegawainya, itu adalah kewenangan pusat,” urainya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah