KEDIRI, JP Radar Kediri-Puluhan ribu umat muslim berkumpul di lapangan Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, kemarin sore. Para santri berbaur dengan masyarakat umum berbaur bersama. Mereka memanjatkan doa akhir tahun dan awal tahun baru 1446 hijriah. Termasuk mendoakan kebaikan Kota Kediri dan Indonesia selama setahun ke depan.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, pukul 15.30 kemarin jemaah mulai berdatangan. Saat doa bersama dimulai pukul 16.40, jemaah tidak hanya memadati lapangan Ponpes Lirboyo. Jemaah yang memakai baju serbaputih itu meluber hingga ke jalan.
Selanjutnya, selepas salat Ashar jemaah memanjatkan doa akhir tahun dengan dipimpin Kiai An’im Falahuddin Mahrus. Jemaah mengikuti salat Maghrib dengan diimami Kiai Abdullah Kafabihi Mahrus. Kemudian mereka memanjatkan doa awal tahun yang dipimpin pria yang akrab disapa Kiai Kafa itu.
Pengasuh Ponpes Al Amien-Ngasinan, Rejomulyo, Kota Kediri Kiai Anwar Iskandar mengungkapkan, doa akhir tahun dan doa awal tahun kemarin sore dilakukan untuk mendoakan bangsa dan negara. “Agar di tahun yang akan datang ini lebih baik dan lebih beruntung dibanding tahun yang sudah lewat,” kata pria yang juga ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut.
Lebih jauh pria yang akrab disapa Gus War itu mengatakan, puluhan ribu jemaah yang berkumpul di lapangan Ponpes Lirboyo kemarin juga diajak mendoakan agar perekonomian Indonesia ke depan semakin baik. Demikian pula stabilitas keamanannya, persatuan dan kesatuannya, serta kekuatannya dalam mempertahankan kedaulatannya.
“Semoga Indonesia menjadi bangsa yang maju, yang modern, dan bangsa yang sejahtera serta makmur lahir dan batin,” lanjutnya sembari menyebut doa juga untuk memohon kesehatan masyarakat.
Terpisah, Ketua PCNU Kota Kediri Abu Bakar Abdul Jalil dalam sambutannya mengatakan, dengan adanya doa bersama akhir dan awal tahun ini, dia berharap umat dan Kota Kediri selalu didekatkan dengan kebaikan dan dijauhkan dari keburukan.
"Sekaligus kita berharap dengan tahun baru ini, ada semangat baru," ujarnya sembari menyebut, salah satunya tentang semangat mendalami ilmu agama yang diharapkan bisa ditingkatkan di tahun baru Islam ini.
Selain itu, dia juga menekankan agar umat meningkatkan semangatnya dalam mencintai tanah air. Begitu pula dengan hidup damai dan saling menghargai di bawah payung Bhineka Tunggal Ika.
"Yang keempat, juga semangat ruhul insaniyah. Cinta sesama manusia. Semangat untuk memanusiakan manusia. Ngewongne uwong," serunya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Kediri Zanariah mengatakan, 1 Muharam ini juga bertepatan dengan momentum menyambut Hari Jadi Kota Kediri yang ke-1145.
Dengan begitu, dia berharap para alim ulama dan umat yang hadir bisa sekaligus mendoakan agar Kota Kediri bisa menjadi kota yang baldatun tayyibatun wa robbun ghofur. Yakni, nyaman dan membahagiakan untuk dihuni dan senantiasa mendapat perlindungan Allah.
“Mari jadikan momen hari jadi ini untuk menyatukan keragaman budaya dan tradisi dalam paduan yang harmonis. Dengan begitu kebhinekaan yang ada bisa memperkuat potensi Kota Kediri menembus kancah internasional,” pesannya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah