KEDIRI, JP Radar Kediri-Pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Kediri November nanti dipastikan tidak akan diikuti oleh calon tunggal. Hal tersebut setelah Owner PT Taji Mas Grup Deny Widyanarko mengantongi rekomendasi dari Partai Kebangkitan Bangsa. Partai berlambang bintang sembilan itu memberi rekom Deny satu paket dengan Ketua Muslimat Kabupaten Kediri Mudawamah.
Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, rekomendasi untuk Deny diserahkan di DPP PKB kemarin. Rekom diserahkan oleh Ketua DPW PKB Jatim Halim Iskandar. “DPP PKB memutuskan memberi rekomendasi kepada Pak Deny,” kata Ketua DPC PKB Kabupaten Kediri Sentot Djamaluddin.
Lebih jauh Sentot mengatakan, DPC PKB Kabupaten Kediri hanya berwenang melakukan komunikasi dengan para kandidat bakal calon bupati (bacabup). Sedangkan penentuan rekomendasi mutlak merupakan kewenangan DPP PKB. Karenanya, setelah rekom turun, pihaknya akan menindaklanjutinya. “Kami siap berkoalisi dengan Nasdem dan mengambil langkah-langkah untuk memenangkan Pak Deny,” lanjut Sentot.
Terkait rekom satu paket dengan Mudawamah, Sentot menyebut pihaknya juga siap mengamankan mandat tersebut. Menurutnya, Mudawamah merupakan pasangan yang ideal bagi Deny. “Bisa memperkuat,” terangnya.
Terpisah, Deny yang dikonfirmasi terkait rekomendasi dari PKB juga mengamini. Sebelum menerima rekomendasi dari PKB kemarin, Deny sudah mengantongi rekom dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang memiliki empat kursi. Dengan diraihnya rekom dari PKB yang memiliki sembilan kursi, koalisi dua partai itu sudah cukup untuk mengusung Deny-Mudawamah dalam pilkada November nanti.
Meski demikian, Deny menyebut pihaknya masih akan terus memperkuat koalisi dengan partai lain. Selain Nasdem dan PKB, dia optimistis bisa mendapat rekom dari partai lainnya. Di antaranya Partai Demokrat. “Saya berusaha mewujudkan iklim demokrasi yang sehat. Itu tercermin dari adanya kontestasi di pilkada,” tuturnya.
Dengan keluarnya rekomendasi dari PKB tersebut, peta koalisi di Pilkada Kabupaten Kediri semakin terlihat jelas. Masing-masing dimotori oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang memiliki 13 kursi bersama PAN yang memiliki lima kursi (total 18 kursi).
Kemudian, PKB yang memiliki sembilan kursi bersama dengan Partai Nasdem yang memiliki empat kursi dan PKB yang memiliki sembilan kursi (total 13 kursi). Dengan syarat minimal mengusung pasangan calon bupati (cabup) sebanyak 10 kursi, PDIP dan PKB sama-sama bisa mengusung kandidat di pilkada.
Seperti diberitakan sebelumnya, kemarin siang Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menerima rekomendasi dari DPP PAN di kantor DPW PAN Jatim. Selain Dhito, acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah calon kepala daerah di Jatim. Di antaranya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin. Ada pula Wakil Ketua DPD PDIP Jatim Budi Sulistyono (Kanang), Bendahara DPD PDIP Jatim Wara S. Renny Pramana, dan jajaran pengurus lain yang disambut oleh Ketua DPW PAN Jatim Rizki Sadig.
Dhito yang dikonfirmasi terkait rekom yang diterimanya dari PAN kemarin mengatakan, dirinya akan segera melakukan konsolidasi dengan partai pendukung dan partai pengusung. “Yang penting pesta demokrasi di Kabupaten Kediri harus bisa dijaga agar tetap kondusif,” kata Dhito sembari menyebut siapapun calon bupati yang muncul, menurutnya calon harus benar-benar memiliki kapasitas.
Selebihnya, bapak dua anak itu mengaku akan tetap fokus menyelesaikan tugasnya sebagai Bupati Kediri di periode pertama. “Program untuk masyarakat harus tetap menjadi prioritas selain pencalonan di pilkada,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua DPD PAN Kabupaten Kediri Widyo Harsono mengungkapkan, surat tugas diserahkan kepada Dhito sekitar pukul 13.30. Harsono menyebut, di PAN penyerahan rekomendasi memang diawali dengan surat tugas.
Selanjutnya, setelah bacabup mendapat bakal calon wakil bupati, kandidat akan kembali menerima surat tugas calon bupati dan calon wakil bupati. “Tahap setelah itu baru menerima surat rekomendasi. Prosesnya seperti itu,” beber Harsono.
Siapa kandidat bacawabup Dhito? Harsono mengaku masih akan mengomunikasikannya dalam waktu dekat. Termasuk membahas dengan PDIP yang juga mengusung Dhito.
Untuk diketahui, Selasa (18/6) malam, Denny Widyanarko mengembalikan formulir pendaftaran ke DPD PAN Kabupaten Kediri sebagai simbol resmi mendaftar. Rupanya, kemarin siang rekom dipastikan jatuh kepada Dhito. “Saya bertanggung jawab mengembalikan rekom itu sebagai bentuk keseriusan saya untuk menjadi calon Bupati Kabupaten Kediri,” jelas Deny ditemui di kantor DPD PAN.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah