KEDIRI, JP Radar Kediri — Masyarakat yang mengonsumsi jeroan sapi atau kambing agaknya harus berhati-hati. Pasalnya, dalam pemeriksaan pemotongan hewan kurban di Kediri Raya kemarin masih ditemukan cacing di jeroan.
Di Kota Kediri, temuan cacing di hati sapi ditemukan di 13 lokasi penyembelihan hewan kurban. “Keberadaan cacing di hati sapi baru diketahui saat disembelih,” kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri.
Dari total 13 temuan cacing hati tersebut, menurut Retno paling banyak ditemukan di Kecamatan Pesantren sebanyak lima titik. Kemudian, Kecamatan Kota dan Mojoroto masing-masing di empat titik.
Salah satu lokasi penyembelihan hewan kurban yang ada cacing hati didapati di Perumahan Candra Kirana, Kelurahan/Kecamatan Mojoroto. “Di bagian heparnya ada Fasciola Hepatica (cacing hati, Red). Hatinya nampak pucat dan ada lubang-lubangnya. Lubangnya itu biasanya warnanya pucat kekuningan. Dan di dalamnya ada cacingnya,” ujar drh Dilla Aranda, dokter hewan dari DKPP Kota Kediri terkait ciri-ciri cacing hati.
Jika mendapati hati yang terinfeksi cacing, Dilla meminta agar masyarakat tak mengonsumsinya. Sebab, bisa mengakibatkan diare dan sakit perut.
Untuk diketahui, selain di lokasi penyembelihan di lingkungan masyarakat, DKPP Kota Kediri juga melakukan pemantauan di rumah potong hewan (RPH). Di sana, ada 31 ekor sapi dan 21 ekor kambing yang disembelih. Berbeda dengan penyembelihan di luar, menurut Kepala DKPP Kota Kediri Moh. Ridwan, tidak ada satupun yang terinfeksi cacing hati.
Lebih jauh Ridwan menyebut, penyembelihan hewan kurban dibagi dalam tiga hari. Di hari pertama kemarin, Penjabat (Pj) Wali Kota Kediri Zanariah meninjau langsung pelaksanaannya. Menurut Zanariah, fasilitas pemotongan hewan kurban di RPH itu untuk memudahkan masyarakat.
“Masyarakat lebih banyak memilih di RPH kita untuk meyakinkan halal. Petugasnya sudah sertifikasi halal, ada veterinernya untuk memeriksa kesehatan hewan kurban. Jadi Insya Allah tidak ada penyakit yang terlewatkan, terutama cacing hati,” ujarnya.
Sementara itu, temuan cacing hati juga didapati di Kabupaten Kediri. Sedikitnya ada dua ekor sapi yang terinfeksi cacing. Salah satunya ditemukan di penyembelihan hewan kurban di musala Ar-Rohim Dusun Ploso, Desa/Kecamatan Mojo.
Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DKPP Kabupaten Kediri Yhuni Ismhawati mengatkan, meski hati sapi terinfeksi cacing, dadingnya dalam kondisi sehat. Karenanya, dalam pengecekan kemarin tim juga melakukan edukasi kepada warga.
Bagaimana dengan hati yang terinfeksi cacing? Menurut Yhuni tergantung seberapa banyak yang terinfeksi. Hati yang sehat, menurutnya memiliki tekstur kenyal, bersih, dan mengkilat. “Kalau yang rusak biasanya terjadi pengapuran jaringan. Kalau tidak begitu (kondisi hati, Red) keras,” terang Yuni meminta hati sapi yang rusak tidak dikonsumsi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah