Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Warga Keberatan Melepas Tanah Tol Kediri-Kertosono

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 18 Juni 2024 | 17:55 WIB
KEBERATAN: Patok Tol berdiri kokoh di Desa Ngablak, Kecamatan Banyakan.
KEBERATAN: Patok Tol berdiri kokoh di Desa Ngablak, Kecamatan Banyakan.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Pembebasan lahan terdampak proyek Tol Kediri-Kertosono di dua desa di Kecamatan Banyakan tersendat. Mereka berasal dari Desa Ngablak dan Desa Maron. Warga yang terdampak proyek strategis nasional (PSN) itu keberatan melepas tanah mereka. Sebab, harganya dianggap terlalu rendah. 

Ada 21 bidang tanah yang belum ada titik temu. Menurut Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kediri La Ode Asrafil, masih ada warga yang tanahnya terdampak proyek Tol Kediri-Kertosono belum setuju dengan harga yang diberikan. Ada tiga bidang tanah di Desa Ngablak, dan 18 bidang tanah di Desa Maron. 

Adapun lahan lainnya yang sudah setuju di Kecamatan Banyakan berada di Desa Bakalan, Desa Banyakan, dan Desa Sendang. Karena setuju, kini prosesnya tinggal menunggu pembayaran. “Untuk yang di Desa Ngablak ada satu orang punya tiga bidang tanah. Dia masih belum setuju dengan harganya,” aku Asrafil panggilan akrab La Ode Asrafil. 

Karena masih ada yang belum setuju dengan harganya maka puluhan bidang tanah itu terancam konsinyasi. Meski begitu, BPN terus mengupayakan agar konsinyasi tidak terjadi dan pihaknya akan terus mendorong agar mereka setuju dengan harga yang sudah ditetapkan.

Warga yang tidak setuju dengan harga tanah tersebut disebabkan adanya perbedaan acuan di masyarakat. Warga punya penafsiran sendiri.

Menyebabkan ekspektasi harga tanahnya menjadi tinggi. Meski ada yang tidak setuju, proses pembayaran tetap dilaksanakan sesuai dengan perencanaan. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.  

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri kertosono #tol #psn #proyek tol #kecamatan banyakan