KEDIRI, JP Radar Kediri - Kabar duka kembali menimpa jemaah haji asal Kabupaten Kediri. Utari Hari Mukti, 63, jemaah asal Desa Maesan, Mojo wafat karena sakit. Sebelumnya almarhumah mengeluhkan batuk dan sesak napas. Tensi darah Utari juga sempat drop.
Berdasarkan data yang dihimpun, Utari merupakan Jemaah dari kelompok terbang (kloter) 75 SUB. Dia tercatat mengembuskan napas terakhir saat di Makkah. Sebelumnya, dia sempat mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Al Noor Makkah.
“Beliau meninggal dunia saat di RS Al Noor. Wafat setelah sempat mendapatkan perawatan medis,” jelas Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri Achmad Faiz.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Kloter 75 SUB Moh. Mudzofir. Menurutnya, almarhumah juga sempat mengeluhkan serak pada tenggorokannya. Kondisinya tak kunjung membaik. Justru sebaliknya. Utari merasa tubuhnya semakin lemas.
Sabtu (8/6) sekitar pukul 10.15 Waktu Arab Saudi (WAS) Utari dibawa ke IGD RS Al Noor. “Setelah mendapatkan penanganan tenaga kesehatan haji kloter (TKHK), beliau dirujuk ke RS Al Noor karena lemas, batuk dan sesak,” jelas Mudzofir.
Menurut Mudzofir, kondisi Utari sempat membaik. Namun tidak berselang lama dia kembali drop. Tensinya tinggal 60 mmHg. Lantas sekitar pukul 13.00 WAS, petugas medis RS Al Noor mengambil Tindakan lebih lanjut. Sayang, nyawa Utari tidak tertolong. Sekitar pukul 14.10 WAS dia dinyatakan meninggal dunia.
Mudzofir menyebut, bahwa perempuan yang berangkat haji sendiri itu memiliki riwayat penyakit diabetes melitus. “Penyakit bawaan beliau diabetes melitus,” ungkapnya.
Jenazah lantas dimandikan di Migsalah Jamiut Tauhid. Kemudian disalatkan di pelataran Masjidil Haram. “Dikuburkan di Maqbarah Syuhada Al Haram. Di pemakaman Sharaya,” tandas Mudzofir.
Sementara itu, Faiz menyebut bahwa kondisi jemaah lainnya ada yang keluhkan batuk dan pilek. Karena perbedaan suhu serta cuaca. “Ada beberapa yang batuk pilek, namun masih di taraf normal,” tuturnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah